logo


Pupuk Bersubsidi Langkah, Petani Menjerit

Petani berharap pemerintah segera turun tangan agar petani tidak dirugikan oleh ulah para oknum tersebut.

29 Desember 2014 05:11 WIB

Pupuk subsidi langka di pasaran
Pupuk subsidi langka di pasaran

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pasokan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK langka membuat ratusan petani menjerit apalagi saat ini sudah memasuki musim tanam. Mereka kuatir jika pupuk telat diberikan akan mempengaruhi hasil panen.

Setidaknya itulah yang dialami oleh petani di Lampung dan Malang. "Sekarang pupuk susah mas, kalau pun ada sudah dipesan sama orang- orang berduit," kata Edy, petani padi Desa Karya Tani Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Sabtu (27/12).

Menurutnya kelangkaan pupuk terjadi di sejumlah desa di Labuhan Maringgai, Desa Harjosari dan Desa Betengsari. Pupuk langka ini membuat oknum bermunculan untuk menjual pupuk non subsidi dengan harga yang mahal.


Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Petani berharap pemerintah segera turun tangan agar petani tidak dirugikan oleh ulah para oknum tersebut.

Sementara itu di Malang, petani juga turut mengalami kelangkaan pupuk. Bupati Malang Rendra Krena mengatakan,  Pemkab akan berusaha memecahkan masalah kelangkaan pupuk tersebut.

Menurut Rendra, program pupuk bersubsidi bagi petani di daerah itu masih terus berlanjut, meski kuotanya ada pengurangan. Pada tahun 2015, kuota pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten malang sebanyak 157.102 ton, sedangkan tahun 2014 sebanyak 158.636 ton.

Kuota pupuk bersubsidi sebanyak 157.102 ton itu terbagi menjadi lima jenis pupuk, yakni SP-36 sebanyak 5.727 ton, NPK 33.401 ton, Urea 49.5 89 ton, organik 26.692 ton, dan ZA sebanyak 41.693 ton. Sementara tahun lalu, kuota pupuk SP-36 sebanyak 5.734 ton, NPK 32.304 ton, Urea 50.364 ton, organik 27.319 ton, dan ZA sebanyak 42.915 ton.

Rendra mengatakan tujuan pengurangan kuota pupuk bersubsidi tersebut, agar petani bisa lebih mandiri dan tidak terus menerus "dimanja", sehingga petani bisa lebih kreatif untuk menciptakan terobosan baru dalam bidang pertanian, khususnya yang berkaitan dengan pupuk.

 

 

Kesejahteraan Petani Menurun, Mentan Siap Melawan Usaha Alih Fungsi Lahan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid
 
×
×