logo


Setahun Peringatan Semangat Haul Aksi 411

Haul Aksi 411 ini juga mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, namun belum tampak hadir hingga acara usai.

5 November 2017 04:00 WIB

Massa pendemo Aksi 4 November yang memadati Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016).
Massa pendemo Aksi 4 November yang memadati Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setahun sudah lamanya aksi perjuangan menegakan keadilan di Indonesia terkait penistaan agama berjalan. Masa pun berdatangan sejak, Sabtu (4/11) subuh untuk menghadiri haul demo 411 yang akhirnya menumbangkan gubernur DKI petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tapi sayangnya pihak yang menang, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno justru tak hadir dalam acara tersebut. Padahal sejumlah tokoh, dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais serta petinggi PKS diundang hadir dalam acara ‘Haul’ Aksi 411.

Acara diawali dengan salat subuh berjamaah di Masjid Al Azhar, Sabtu (4/11). Setelah itu acara dilanjutkan dengan tabligh akbar. Tampak hadir pengacara Eggi Sudjana duduk di depan dekat mimbar dan Sekjen FUI Al Khaththath.


Ruhut Sitompul: Anies-Sandi Gubernur DKI, Bukan Gubernur Rizieq Shihab

Haul Aksi 411 ini juga mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, namun belum tampak hadir hingga acara usai. Yang menarik, selain itu rencananya Haul Aksi 411 ini juga ada telekonferensi dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab dan Arab Saudi.

Sejak subuh, pengamanan tampak mulai ketat ini. Massa kelihatan khusuk saat menunaikan salat subuh berjamaah.Kekompakan para jamaah terlihat satu sama lain. Mereka saling menghormati.

"Kepada tokoh organisasi massa tolong duduk di depan menghadap ke jamaah," kata Pendiri Pengajian Politik Islam Ustadz Cholil Ridwan, di Masjid Al Azhar.

Ceramah dan pengajian tentang politik Islam disampaikan Pengajian Politik Islam (PPI) yang diketuai Hamdan Zoelva. Ustadz Cholil mengatakan PPI dibentuk agar umat Islam melek politik, terutama politik Islam.

Masih menurut Ustadz Cholil, PPI ingin mengembalikan fungsi masjid seperi zaman Rasulullah dulu. Kala itu masjid menjadi pusat segala kegiatan umat Islam, baik kantor negara maupun kantor militer.

"PPI dibentuk untuk menangkan partai politik Islam dan partai yang berpihak pada Islam dalam Pilkada maupun Pilpres. Jadi jelas kami bukan gerakan demo," jelasnya.

Massa terus berdatangan. Sebagian besar massa laki-laki, tetapi juga ada jamaah perempuan, kurang lebih ada tiga saf perempuan yang sudah hadir.

Survei Alvara Research Center: Habib Rizieq Jadi Ulama Panutan Kelas Menengah

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah