logo


Hoax Soal Registrasi SIM Card, Ini Penjelasan Kominfo

Pemerintah menjelaskan aturan mengenai registrasi SIM card menggunakan nomor KTP dan Kartu Keluarga (KK) berguna untuk melindungi masyarakat dari berbagai kejahatan siber yang marak terjadi

4 November 2017 15:10 WIB

Sim Card
Sim Card Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMStaf Ahli Kemkominfo di Bidang Hukum, Henry Subiakto menjelaskan aturan mengenai registrasi SIM card menggunakan nomor KTP dan Kartu Keluarga (KK) berguna untuk melindungi masyarakat dari berbagai kejahatan siber yang marak terjadi.

"Upaya ini bagian dari pembangunan sistem yang mudah dan lebih baik. Pelayanan publik dan melindungi dari penipuan cybercrime. kalau masih ada yang mencoba menipu mungkin ini waktu terakhir. Untuk kaum difabel, kami sudah koordinasi beri bantuan kemudahan mereka," kata Henry di Warung Daun, Sabtu (4/11).

Menurutnya, dengan aturan ini bisa mempersempit kegiatan cybercrime. Henry mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dengan hoax yang menyebut proses registrasi ini tidak aman karena data pribadi bisa diperjualbelikan.


Registrasi Ulang SIM Card Permudah Ungkap Kasus dan Penyebaran Info dari Pemerintah

"Kalau kita bicara data pribadi, kadangkala yang diminta hanya NIK (Nomor Induk Kependudukan). Datanya sudah ada di Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Sekarang yang diminta hanya nomor KK dan NIK. Artinya tidak ada konten data yang lebih mendalam hanya nomornya," jelasnya.

Registrasi ini juga berguna di masa depan untuk mendukung ekonomi digital, kemungkinan transaksi elektronik akan sangat memanfaatkan nomor ponsel sebagai identitas transaksi. Pihak Dukcapil menjamin data kependudukan tidak akan bocor.

Pemerintah juga mengatakan proses registrai ini sesuai dengan standar ISO 27001. Operator seluler tidak menarik data dari Dukcapil, tetapi hanya melakukan validasi.

"Dukcapil di Indonesia tidak memberikan data ke pihak manapun. Kami hanya bisa melakukan akses dan validasi," ujar Plt Direktur Fasilitas Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, David Yama.

Komitmen Cegah Kejahatan Siber, Kominfo: Digital Culture Kita Lemah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata