logo


Kenaikan UMP Berdampak pada Biaya Industri

Industri ke depannya akan lebih banyak menggunakan teknologi dibandingkan tenaga kerja

2 November 2017 16:04 WIB

Airlangga Hartarto.
Airlangga Hartarto. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COMPemerintah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,71 persen. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut kenaikan UMP berdampak bagi industri, yakni kenaikan cost atau biaya. Supaya tidak terjadi over cost pada industri, Airlangga akan mengatasinya dengan pembangunan infrastruktur.

"Pasti berdampak ke industri. Pasti meningkatkan cost, pastinya harus dikompensasi dengan faktor lain. Mungkin dengan energi cost yang lebih murah, logistic cost yang lebih bersaing, maka itu infrastruktur dibangun biar terkompensasi," ujar Airlangga di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (2/11).

Ketua Tim Ahli Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono menyebut kenaikan UMP adalah hal yang wajar. Namun, harus juga dibarengi dengan peningkatan skill.


UMP Rp 3,6 Juta, Sandi: Solusi Baik untuk Buruh dan Dunia Usaha

"Saya kira wajar penyesuaian, cuma memang kami lihat juga upaya meningkatkan produktivitas soft skill, bukan hanya semata-mata gajinya tinggi, tapi juga diikuti dengan peningkatan skill," katanya.

Menurutnya, industri ke depannya akan lebih banyak menggunakan teknologi dibandingkan tenaga kerja. Sutrisno menyebut hal tersebut juga harus diperhatikan oleh para pekerja.

"Bonus demografi Indonesia ini seharusnya diisi oleh tenaga kerja yang produktif, jangan sampai ini beban buat kami, kalau kami enggak mengikuti proses teknologi," jelasnya.

Tolak UMP, Buruh Kecewa dan Pertimbangkan Cabut Dukungan untuk Anies-Sandi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata