logo


Ini Kecanggihan Drone DJI Phantom 4 Pro Obsidian yang Sebentar Lagi Bakal Dirilis

Perubahan yang paling terlihat pada phantom 4 pro Obsidian ini yakni suara baling-balingnya yang tidak terlalu berisik.

1 November 2017 19:18 WIB

DJI Phantom 4 Pro Obsidian.
DJI Phantom 4 Pro Obsidian. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - DJI, pabrikan drone asal Cina dikabarkan bakal meluncurkan DJI Phantom 4 Pro Obsidian. Drone ini digadang-gadang lebih canggih dibanding produk serupa pendahulunya. Kelebihan drone yang berwarna hitam ini yakni pada sektor kamera, fitur anti-tabrak, dan baterai yang merupakan fokus Phantom 4 Pro Obsidian.

IOT Product Management PT Erajaya Swasembada Benedictus Wijiadi, selaku distributor resmi DJI mengatakan, memang Phantom 4 Pro Obsidian sebenarnya tidak banyak perubahan dengan fitur-fitur produk serupa pendahulunya, perubahan yang paling terlihat pada phantom 4 pro Obsidian ini yakni suara baling-balingnya yang tidak terlalu berisik.


Drone Light Show Semalam Sempat Buat Ketua INASGOC Cemas

"Tidak terlalu banyak dengan fitur yang sebelumnya, basically hanya pada suara baling-balingnya yang lebih redam, jadi dia nggak terlalu berisik," ujarnya di JCC Jakarta, Rabu (1/11).

Benedictus Wijiadi yang biasa disapa BJ ini mengatakan, Phantom 4 Pro Obsidian memiliki waktu selama 30 menit waktu terbang apabila dalam kondisi baterai full.

"Kalau waktu terbang bisa 30 Menit. Menurut saya 30 menit itu cukup lama untuk mengambil gambar poto dan video," tuturnya.

Kemudian pesawat tanpa awak ini juga memiliki beberapa sensor mulai dari sisi depan, kiri, kanan dan belakang untuk mendeteksi halangan, serta bawah untuk mendeteksi permukaan tanah untuk mendarat.

"Jadi kalau kita lihat ini fisiknya seperti di depan ada sensor depan jadi ini kalau lagi terbang dalam mode fee mood dia akan menyala. Di bawah juga ada sensornya untuk landing jadi dia kan berhenti sekitar 30 Cm untuk memastikan itu ground untuk landing. Nah kalau di atas nggak ada sensornya karena drone biasanya digunakan untuk outdoor jadi nggak perlu ada sensor di atas," tambahnya.

Kemudian untuk baterainya, drone yang bakalan diluncurkan di sekitar akhir tahun 2017 ini juga tidak berbeda dengan produk sebelumnya yaitu sekitar 5000 Amper, dengan kapasitas tersebut cukup untuk menerbangkan drone selama 30 menit.

"5000 Amper ini cukup untuk 30 menit. Cuma 30 menit itu total artinya ada buffer time nya dia telah diset 20 persen baterai itu sudah di warning bahwa baterai low. Kenapa karena ibaratnya lagi terbang jarak jelajah 7 Km misalnya jarak sampai 2 Km dia bisa ngingetin ketahanan tenaga baterai untuk baliknya. Kalau nggak cukup pasti dia sudah warning untuk balik. Begitu juga baterai sudah merah pasti kita diingatkan untuk kembali ke tempat awal terbang," tuturnya.

Sedangkan untuk kameranya Phantom 4 Pro memiliki resolusi 20 Mega Pixel dan video 4K 60FPS. Gimbalnya 3 axis, di mana kamera aperture bisa diset secara manual dari F2.8 ke F11.

"Artinya untuk foto malem-malem masih bagus, karena sensornya besar. Jadi kita nggak perlu ganti kamera karena kamera bawaannya sudah bagus," pungkasnya.

Untuk lebih memuaskan para pengguna drone berikut Jitunews review bagian per bagian drone yang isunya bakal dijual di harga kisaran Rp 25 juta tersebut:

Seberapa bagus kamera DJI Phantom 4 Pro Obsidian?

Spesifikasi kamera DJI Phantom 4 Pro Obsidian:
Sensor CMOS 1 inci
20 megapiksel
Rekaman video 4K pada 30fps

Sebagai kamera drone, Phantom 4 Pro Obsidian memiliki sensor CMOS 20 megapiksel berukuran 1 inci dan kemampuan untuk merekam pada berbagai resolusi, hingga 4K pada 30 frame per detik.

Yang lebih mengesankan lagi adalah video. Selain detailnya yang tajam, kecanggihan Obsidian ini didapat berkat sebagian besar sistem gimbal yang dipasang kamera. Meski terbang dalam angin, drone ini terlihat benar-benar stabil dan bebas goyang sehingga membuat hasil gambar tetap stabil.

Apa beda Obsidian dengan Phantom 4 Pro?

Phantom 4 Pro Obsidian terlihat sama dengan Phantom 4 Pro biasa, kecuali satu aspek utama yaitu warnanya hitam. Ini mungkin tampak seperti perubahan kosmetik yang tidak penting, tapi pewarnaan hitam pada drone teranyar DJI ini jelas bermaksud untuk memudahkan pengguna saat melihat ke langit yang cerah untuk membedakan drone dengan warna awan.

Untuk baling-baling, drone ini juga sama seperti pendahulunya yakni bisa dilepas pasang untuk memudahkan drone dibawa ke mana-mana.

Obsidian juga dilengkapi dengan kaki-kaki yang langsing dengan bahan magnesium untuk memberikan alas yang kokoh dan menjadikan pelindung untuk kamera. Selain itu, drone ini juga dilengkapi dua kamera sensor yang terpasang di kaki depan, dua di belakang, dan sepasang di bagian bawah. Kamera sensor tersebut memastikan agar drone tidak bertabrakan dengan benda di sekitarnya.

Baterai

Untuk baterai pada drone ini sama seperti pendahulunya Phantom 4 Pro yakni dapat dengan mudah dipasang dan dicopot. Pada baterai juga dipasang seperangkat lampu LED dan cincin LED di sekitar tombol power di bagian luar.

Drone yang bakalan diluncurkan di sekitar akhir tahun 2017 ini juga tidak berbeda dengan produk sebelumnya yaitu sekitar 5000 Amper, dengan kapasitas tersebut cukup untuk menerbangkan drone selama 30 menit.

Bagaimana dengan fitur-fitur penerbangan Obsidian?

Meski berkualitas profesional, sebenarnya mengendalikan Phantom 4 Obsidian ini tergolong mudah. apalagi pada drone tersebut juga dipasang sensor berteknologi tinggi yang membuat anda semakin mudah mengendarai drone dengan aman.

Mengontrol Phantom 4 Pro Obsidian ini menggunakan kombinasi joystick tradisional, tombol dan roda gulir pada remote control dan antarmuka pengguna berbasis touchscreen. Untuk kontrol dasar - lepas landas, gerakkan dahan dan sesuaikan sudut kamera - Anda bisa menggunakan remote fisik saja, sementara dengan menggunakan layar sentuh pada smartphone anda maka anda dapat memiliki berbagai mode penerbangan.

Dari layar smartphone dapat memilih mode ActiveTrack mana yang ingin anda gunakan. Fitur mode pelacakan ini adalah anda dapat menggambar target persegi panjang di sekitar orang. Anda juga dapat menggunakan mode Draw - di mana Anda benar-benar menggambar rute dengan jari Anda di layar.

Ada juga banyak mode penerbangan lainnya seperti kemampuan untuk menetapkan titik minat dan memiliki lingkaran tak berawak di sekitarnya, atau TapFly yang memungkinkan anda menyentuh titik yang terlihat di layar dan Phantom untuk kemudian terbang ke sana.

Tentu saja, ada fitur Return To Home yang sekarang terkenal. Setelah diaktifkan, pesawat tak berawak itu kembali ke titik awal yang direkam, melayang untuk menemukan posisi lepas landas yang tepat dan kemudian mendarat sendiri.

 

DJI Siapkan Rp 400 Juta Bagi yang Bisa Retas Drone Mereka

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan
 
×
×