logo


Hanif Dhakiri Ingin Sanksi Berat untuk Pengelola Pabrik Petasan Kosambi

Hanif sendiri sampai menyebut tempat tersebut sebagai gudang lantaran begitu minimnya fasilitas bagi para pekerjanya.

30 Oktober 2017 02:29 WIB

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Ist

TANGERANG, JITUNEWS.COM - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Hanif Dhakiri, mengatakan seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengoperasian pabrik petasan di Kosambi yang terbakar beberapa waktu lalu harus bertanggung jawab dengan diberikan sanksi berat.

Menurut Hanif, peristiwa tersebut tergolong peristiwa besar yang telah merugikan banyak orang dan pastinya telah menelan banyak sekali korban jiwa. 

"Sanksi pastinya nanti kita lihat bagaimana konstruksi hukumnya, tapi menurut saya, sanksinya harus berat karena ini (jumlah) korban besar," kata Hanif ketika mengunjungi lokasi kejadian pada hari Minggu (29/10).


Pabrik Petasan Terbakar, Bupati Tangerang: Perawatan Korban Ditanggung Jamkesda

Selain itu, pihak pengelola juga dinilai lalai soal pedoman keselamatan kerja yang sudah selayaknya menjadi prioritas. Terlebih lagi, bahan baku yang digunakan dalam pabrik tersebut tergolong sangat berbahaya.

Pelanggaran lainnya adalah pengelola pabrik mempekerjakan anak di bawah umur dan tidak adanya jaminan asuransi, termasuk BPJS Ketenagakerjaan yang sudah seharusnya menjadi kewajiban setiap pemberi pekerjaan.

Bahkan, Hanif sendiri sampai mengatakan, pabrik tersebut bagaikan gudang karena begitu minimnya fasilitas bagi para pekerjanya ketika beraktivitas sehari-hari sehingga keselamatan pun menjadi taruhan.

"Keselamatannya kurang memadai. Ini lebih seperti gudang, bukan pabrik, kalau kita lihat dari sarana dan prasarananya," katanya lagi.

Polisi Bawa Barang Bukti Ini dari Lokasi Kebakaran Gudang Petasan di Tangerang

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari