logo


Comment War di Medsos, Salah Siapa?

Menjaga emosi dan kata-kata ketika sedang bermain medsos itu penting.

30 Oktober 2017 01:52 WIB

Sumber: Shutterstock
Sumber: Shutterstock
dibaca 978 x

Kemajuan teknologi sudah pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sekarang apa-apa mudah. Baca berita cepat, belanja saja sekarang sudah jarang ke toko konvensional, bahkan kita diberikan ruang di media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook, dan Instagram untuk berbagi cerita atau menyampaikan keluh kesah. 

Fenomena yang kita lihat sekarang ini, entah Anda menyadarinya atau tidak, bahwa banyak orang bertengkar di kolom komentar sebuah akun medsos, sebut saja Instagram misalnya kita jadikan contoh, yang kini sedang digandrungi. Mengapa bisa demikian?

Manusia Beragam Karakter


UU ITE Tidak Cukup Meng-cover Masalah Etika dan Hukum di Medsos

Manusia memang diciptakan berbeda-beda. Namun sayang, keindahan dan kuasa Tuhan yang begitu nyata terlihat tersebut seolah kurang diapresiasi dan dijaga dengan baik. Perbedaan pendapat sah-sah saja terjadi di mana-mana namun hal terpenting adalah bagaimana seorang individu mampu menjaga emosinya dengan benar.

Mudah Marah dan Tersinggung

Menjaga emosi ketika sedang bermain medsos itu penting. Banyak orang zaman sekarang mudah tersinggung dengan ucapan orang lain padahal bisa saja orang tersebut tidak bermaksud demikian. Alhasil, ia pun 'melabrak' yang bersangkutan dan pertengkaran pun tak terelakkan.

Ignorant/Malas Research

Istilah 'ignorant people' ditujukan ke mereka yang main komentar saja tanpa disertai latar belakang yang valid. Yang masuk kategori ini juga adalah mereka yang biasanya malas membaca. Sok komentar padahal ia tidak mencari kebenaran atau latar belakang atau fakta di balik topik yang dikomentarinya. Ya sudah, jadi lah dia diserbu warganet lain.

Nasihat yang Salah Tempat

Maksudnya salah tempat? Peristiwa ini biasanya terlihat di akun-akun publik figur yang konten medsosnya sedikit sensitif, misalnya pakaian yang agak terbuka dan lain-lain. Ketika seharusnya menasihati itu dilakukan secara empat mata, para warganet nyelonong saja di kolom komentar. Parahnya, maksud hendak menasihati eh dia malah diserbu warganet lain karena mungkin bahasanya yang kurang bagus, misal. Jika memang ingin menegur, gunakan bahasa yang bagus dan lakukan terpisah, kan ada menu DM. Salah satu pemicu perang komentar ya begini ini. Anjuran menasihati secara tertutup itu memang ada fungsinya tersendiri. Lihat saja, nulis secara terbuka di kolom komentar malah menuai konflik. Sayang sekali bukan?

Kalimat Kasar

Tentunya ini sangat mengganggu. Gunakanlah kalimat yang sopan untuk berkomentar agar tidak memancing amarah warganet lain.

Ditulis oleh: Lilly Bv

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

HEBOH! Ini Percakapan Guru Mesum Usai Kirimkan Chat Porno ke Siswinya

Halaman: 
Admin : Nugrahenny Putri Untari