logo


Di Pantai Ini, Anda Dapat Membeli Ikan Merah Segar yang Matanya Masih 'Berkedip', Mau?

Cukup dengan Rp 35.000, pembeli sudah bisa membawa pulang satu ikat ikan merah yang berjumlah 5- 6 ekor.

29 Oktober 2017 11:36 WIB

Maksimus Masan Kian/Ikan Merah Segar,matanya masih "berkedip" yang dijual di Pantai Balela, Flores Timur NTT
Maksimus Masan Kian/Ikan Merah Segar,matanya masih "berkedip" yang dijual di Pantai Balela, Flores Timur NTT
dibaca 3352 x

Ingin menikmati ikan merah segar, yang  matanya masih “berkedip” dan ekornya masih “bergerak”, datanglah di pantai ini. Pantai Susteran Balela namanya. Disebut demikian, karena persis di depan pantai ini, terdapat Biara Susteran SSpS Balela, Kecamatan Larantuka  Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Hampir setiap hari, nelayan dari Kota Larantuka dan Solor menjual ikan merah di tempat ini. Lokasinya mudah dijangkau. Masih berada di areal Taman Kota Felix Fernandez Larantuka atau persis di pinggir jalan utama Trans Larantuka-Maumere.

Cukup dengan Rp 35.000, pembeli sudah bisa membawa pulang satu ikat ikan merah yang berjumlah 5- 6 ekor. Nelayan biasanya sudah pintar mengatur ukuran ikan dalam satu ikat. Ada keseimbangan antara, ikan kecil, sedang dan besar.


Salurkan Dukungan Program Prioritas, KKP Optimis Kabupaten Tulungagung Jadi Sentra Utama Perikanan Budidaya

Tempat untuk nelayan menjual ikan hasil tangkapan mereka sangat sederhana. Hanya terdapat sebuah pondok kecil. Di tiang–tiang pondok ini, ditancapkan paku berukuran 7c m, dan di paku-paku inilah, ikan digantung. Hampir tidak ada tawar menawar. Harga yang ditetapkan nelayan rata- rata pas dengan ikan yang disiapkan.

Pembelipun demikian, mereka sudah paham, sehingga yang ditemukan pembeli hanya memilih ikan tanpa ada tawar menawar harga. Bagi pembeli yang ingin menikmati ikan bakar, bisa langsung dibakar di di pantai ini.

Yoce Da Silva, nelayan asal Balela ditemui di lokasi penjualan ikan, Minggu (29/10) mengatakan, setiap hari mereka menjual ikan di tempat itu, kecuali saat angin kencang dan gelombang besar yang membuat mereka tidak bisa melaut. Ikan mereka tangkap dengan cara memancing di perairan laut Flores Timur, tepatnya wilayah Kawalelo Kecamatan Demon Pagong.

“Setiap hari kami jual ikan di tempat ini. Kecuali saat angin kencang dan gelombang yang membuat kami tidak bisa melaut. Cara menangkap ikan adalah dengan memancing. Kami melakukan itu pada waktu subuh, kisaran pkl 04.00- 05.00 WITA. Hanya sejam. Kail yang kami gunakan bisa ratusan. Sehingga sekali tarikan, ikan yang kami dapatkan juga bisa ratusan. Dari lokasi penangkapan, kami langsung jual di tempat ini. Sehingga ikannya masih sangat segar. Istilah kami di sini, ikan yang kami jual matanya masih “berkedip dan ekornya masih “bergerak”, tutur Yoce penuh semangat.

Sambil melayani pembeli, Yoce melanjutkan ceritanya, bahwa di Pantai Balela sepertinya menjadi berkat bagi mereka. ‘Tempat ini adalah warisan leluhur sejak dulu. Saya sendiri tidak tahu sejak kapan, Pantai Balela dijadikan sebagai tempat penjualan ikan. Di sini, ikannya sangat laku. Setiap hari di atas jam sebelas siang, ikannya sudah habis terjual. Kami sangat bersyukur. Pantai Balela, bagi kami adalah berkat untuk menghidupi ekonomi keluarga kami,’kata Yoce.

Ditulis oleh: Maksimus Masan Kian

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Forikan Indonesia Dukung Pemerintah Cegah Stunting

Halaman: 
Admin : Riana