logo


Presiden Jokowi Sebut Indonesia Butuh Pemimpin Reformis dan Inovatif

Berkaitan dengan investasi, Jokowi mengingatkan agar pemerintah daerah hati-hati dalam urusan investasi, terutama industri dan manufaktur.

25 Oktober 2017 17:49 WIB

Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa masa depan kemajuan Indonesia berada di tangan pemimpin. Baik di level pusat maupun di daerah, Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang reformis, senang berinovasi dan memiliki semangat pelayanan masyarakat yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam acara Rapat Kerja Pemerintah (RKP) dengan seluruh kepala daerah; Gubernur, Walikota, Bupati se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

"Ke depan, yang dibutuhkan adalah pemimpin yang reformis, yang senang dengan pembaharauan dan jangan rutinitas, membuat terobosan yang baru, mempercepat pelayanan masyarakat," tegas Jokowi.

Presiden juga menyinggung hal yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di daerah. Menurut mantan walikota Surakarta itu, kunci pertumbuhan ekonomi adalah ekspor dan investasi.

“Saya hanya titip, kunci pertumbuhan ekonomi negara sekarang ini bukan di APBN, APBN itu menstimulasi. Kuncinya hanya ada dua sekarang ini, yang pertama ekspor, yang kedua investasi. Ekspor kita ini memiliki kesempatan yang baik, tapi memang pasarnya masih melemah,” ujarnya.

Jokowi juga memaparkan bahwa dalam hal perdagangan, komoditas Indonesia kini mulai banyak diterima di negara-negara non-tradisional.

"Sekarang kita lihat pertumbuhan ekspor di negara-negara Afrika, di Asia Tengah, di Eropa Timur mulai masuk barang-barang kita. Ini terus dorong ekspor-ekspor seperti itu Kopi misalnya," kata Jokowi.

Berkaitan dengan investasi, Jokowi mengingatkan agar pemerintah daerah hati-hati  dalam urusan investasi, terutama industri dan manufaktur.

“Berilah peluang yang sebesar-besarnya pada dua investasi ini. Kalau orang mau investasi ke manufaktur, ke industri, buka lebar-lebar, ini akan menjadikan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, ini akan membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya kepada masyarakat kita. Kalau perlu enggak usah mikir, kalau mereka datang izin, beri detik itu juga, jangan berbelit-belit lagi kita urusan izin,” tegas Jokowi.

Jokowi: Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial Hadir untuk Pemerataan Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas