logo


PKS Bahas Terorisme dengan Negara Sahabat

Acara yang bertajuk 'Kemanusiaan, Terorisme dan Implikasinya Terhadap Politik Global' ini diselenggarakan di Kantor Fraksi PKS, Gedung Nusantara III, DPR RI, Rabu (25/10)

25 Oktober 2017 16:45 WIB

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI (Fraksi PKS) menggelar "Ambassador Talks" atau Bincang-Bincang dengan Para Duta Besar Negara Sahabat
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI (Fraksi PKS) menggelar "Ambassador Talks" atau Bincang-Bincang dengan Para Duta Besar Negara Sahabat Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menggelar "Ambassador Talk" atau Bincang-Bincang dengan para Duta Besar negara-negara sahabat. Acara yang bertajuk 'Kemanusiaan, Terorisme dan Implikasinya terhadap Politik Global' ini diselenggarakan di Kantor Fraksi PKS, Gedung Nusantara III, DPR RI pada hari Rabu (25/10).

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan pihaknya telah berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam pelaksanaan fungsi-fungsi dewan termasuk salah satu fungsinya adalah diplomasi parlemen.

"Apa yang kita lakukan hari ini adalah dalam rangka melaksanakan fungsi diplomasi parlemen sehingga kami di DPR turut berkontribusi dan mendukung pemerintah dalam melaksanakan tujuan nasional kita yaitu mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," tuturnya.


Netizen Tuding PKS Lahir dari HTI, Begini Jawaban Menohok HNW

Selain itu, Fraksi PKS ingin mendapatkan berbagai perspektif dari negara-negara di dunia tentang masa depan dunia yang lebih baik, lebih damai, adil dan sejahtera bagi umat manusia di bumi ini.

"Melalui forum ini juga, Fraksi PKS ingin menunjukkan bahwa fraksi atau partai kami terbuka untuk bekerja sama dengan negara-negara di dunia dalam rangka mewujudkan masa depan dunia yang lebih baik," tuturnya.

Jazuli mengatakan latar belakang diambilnya tema 'Gerakan Kemanusiaan, Terorisme, dan Implikasinya terhadap Politik Global' dikarenakan banyaknya konflik yang terjadi di berbagai negara di dunia yang disebabkan oleh aksi terorisme atau kelompok radikal.

"Hal ini mendorong sejumlah negara untuk melakukan gerakan kemanusiaan dalam upaya counter terorism dan membantu korban di negara-negara yang mengalami konflik, agar hak dasar para korban dapat terlindungi," jelasnya.

Jazuli berharap dari diskusi ini dapat dirumuskan perspektif yang konstruktif bagaimana mendudukkan gerakan kemanusiaan di daerah konflik sebagai variabel penting dalam peta perpolitikan global.

Sebagai nara sumber, acara ini menghadirkan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi; Anggota Komisi I DPR, Sukamta; Duta Besar Rusia, H.E. Mikhail Yurievich Galuzin; dan Perwakilan Duta Besar Uni Eropa, Mr. Rafael de Bustamante Tello (Head of Political, Press and Information Section EU Delegation to Indonesia).

PKS Ajukan Gugatan UU Ormas ke MK

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata