logo


Jika DPR Setuju Perppu Ormas, Ini Akibat Hukumnya

Akibatnya, gugatan uji materi di MK dengan sendirinya gugur

24 Oktober 2017 16:11 WIB

Yusril Ihza Mahendra.
Yusril Ihza Mahendra. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan jika sidang paripurna DPR RI hari ini, Selasa (24/10/2017) berhasil mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas)., maka sidang uji materi UU Perppu Ormas yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi akan gugur dengan sendirinya.

Menurut Yusril, hal itu beralasan bahwa uji materi tersebut sudah kehilangan obyek karena Perppu tersebut telah menjadi undang-undang.

"Kalau diterima berarti proses sidangnya di MK berhenti. Otormatis karena tidak ada objeknya," kata Yusril di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Yusril menegaskan, sejak awal permohonan uji materi itu diajukan kepada MK, pihaknya telah meminta agar yang menjadi pemohon uji materi Perppu Ormas hanya satu Ormas. Dalam hal ini, kata Yusril, adalah HTI.


Anak Buah Megawati Ini Geram Dituduh Berdosa karena Setujui Perppu Ormas

Namun sayang, beberapa ormas tak mengindahkannya dan ikut menjadi pemohon uji materi di MK.

Sebagaimana diketahui, Yusril adalah kuasa hukum pemohon Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang pertama mengajukan uji materi Perppu Ormas.

"Saya sudah bilang ke ormas-ormas itu kami sudah mohon atas nama HTI. Kalian tidak usah mohon laig jadi pihak terkait tapi enggak mau. Pengen nampang. Jadi susah semua," kata Yusril.

Orator Aksi 2410: Jokowi Tak Pantas Menyebut Dirinya Pancasilais

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas