logo


Anak Buah Megawati Ini Geram Dituduh Berdosa karena Setujui Perppu Ormas

Dwi menilai, sejumlah pihak dalam pembahasan Perppu Ormas di Komisi II DPR menstigmatikan partainya ketika menyinggung ideologi-ideologi tertentu, seperti ideologi komunis dan atheisme

24 Oktober 2017 15:46 WIB

Politikus PDIP Dwi Ria Latifah.
Politikus PDIP Dwi Ria Latifah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di tengah 'panasnya' rapat paripurna DPR tentang Perppu Ormas, politikus PDIP, Dwi Ria Latifah, tiba-tiba bicara soal dosa dan Tuhan soal sikapnya mendukung Perppu yang diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai, sejumlah pihak dalam pembahasan Perppu Ormas di Komisi II DPR menstigmatikan partainya ketika menyinggung ideologi-ideologi tertentu, seperti ideologi komunis dan atheisme. Saat itu, kata dia, mata para pihak yang diundang tersebut langsung mengarah kepada PDI-P dan anggota fraksinya.

"Ketika bicara atheis, komunis melihat ke kami Fraksi PDI-P. Ketika bicara tentang atheis, komunis melihat ke kami bahkan ke mata saya," kata Dwi Ria dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10).


Soal Perppu Ormas, Wiranto: Tidak Ada Pemaksaan

"Saya seorang muslimah. Saya juga tidak ingin dikatakan begitu. Bagaimana ada ormas tertentu yang secara rapi terdidik, masuk dalam kelompok intelektualisme merusak pikiran anak bangsa kita. PDIP yang punya hak pendapat tidak ingin dikatakan tidak percaya dengan Al-Quran," tegasnya dengan nada bicara tinggi.

Dengan lantang, Dwi lantas menuturkan bahwa alasannya mendukung Perppu Ormas, salah satunya untuk menolak keberadaan ormas yang merusak pikiran anak bangsa karena ideologi yang dinilai anti Pancasila.

Ia lalu mengatakan, pengambilan keputusan ini jangan hanya dipikirkan dengan permainan politik. Ia percaya setiap agama selalu mengajarkan kedamaian.

"Demi Allah, hanya Allah yang berhak mengatakan siapa yang berdosa dari dalam hati yang paling dalam. Jangan tutupi ini hanya permainan politik," tegas Dwi.

 

Unjuk Rasa Perppu Ormas oleh Presidium 212, Pasukan Asmaul Husna Kembali Diterjunkan

Halaman: 
Penulis : Riana