logo


Survei Alvara Research Center: Habib Rizieq Jadi Ulama Panutan Kelas Menengah

Ulama pertama yang menjadi rujukan kelas menengah di Indonesia adalah ustazah Mama Dedeh

24 Oktober 2017 09:45 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebuah survei menyebutkan bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menjadi ulama panutan urutan ketiga bagi kelas menegah di Indonesia. 

Survei itu digelar Alvara Research Center dengan tema "Sikap dan Pandangan Kelas Menengah (PNS, Pegawai BUMN dan Profesional) tentang Radikalisasi Agama, Khilafah, Jihad dan Negara Islam di Indonesia".

Dilansir oleh Antara, dalam survei itu, ulama pertama yang menjadi rujukan kelas menengah di Indonesia adalah ustazah Mama Dedeh. Ia mendapat 25,3 persen suara dukungan responden.


Banyak yang Mengancam, Alasan Habib Rizieq Ogah Balik ke Indonesia

Pada posisi kedua, terdapat nama Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dengan dukungan 23,4 persen responden. Sementara, posisi ketiga ditempati Rizieq dengan persentase dukungan sebesar 13,9 persen.

”Rizieq terbantu popularitasnya karena kerap muncul di media konvensional, media daring dan media sosial. Ulama panutan itu mengalahkan ulama lain yang secara keilmuan tergolong sangat bagus,” kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Jakarta pada hari Senin (23/10).

Hasanuddin Ali memaparkan, survei Alvara itu mengambil 1.200 responden di enam kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar.

Para responden merupakan para profesional berusia 25-40 tahun dari kalangan pegawai negeri sipil, swasta dan profesional di Badan Usaha Milik Negara. Jajak pendapat dilakukan pada tanggal 10 September-5 Oktober 2017 dengan cara wawancara tatap muka.

Menurut Hasanuddin, periset menanyakan kepada responden berbagai soal, salah satunya terkait ulama yang menjadi panutan mereka. Hasil riset tersebut menunjukkan tiga ulama panutan itu mengalahkan ulama lain meski memiliki keilmuan yang bagus dan menduduki jabatan penting di pemerintahan atau di organisasi kemasyarakatan.

"Secara persepsi, ulama-ulama senior memang dianggap memiliki otoritas keagamaan yang kuat tapi kalangan profesional tidak terlalu mengenal mereka," pungkas Hasanuddin.

 

Keturunan Nabi, Biaya Hidup Habib Rizieq Dijamin Pemerintah Arab Saudi

Halaman: 
Penulis : Riana