logo


Diduga Waria, Ayu Keukeuh Dirinya Wanita Menikah dengan Pria

Parasnya memang ayu, namanya juga Ayu, lekuk tubuhnya pun layaknya wanita. Ia lalu merasa difitnah menikah dengan sesama jenis. Ikuti kisahnya

23 Oktober 2017 18:53 WIB

Istimewa

JEMBER. JITUNEWS.COMNama lengkapnya Ayu Puji Astutik (23) yang baru beberapa bulan menikah dengan pria bernama Muhammad Fadholi (21). Namun di awal pernikahan sudah dirundung masalah. Lantaran orang sedusunnya menganggap Ayu adalah seorang laki-laki.

Ayu tinggal di rumah Fadholi, di Dusun Plalangan, Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ayu bersikukuh dirinya perempuan tulen. Bahkan, pengakuan itu ia lontarkan di depan Kapolsek Panti dan Danramil Panti.

”Sumpah pak, saya ini perempuan asli, dan saya siap membuktikan. Saya ini memang sudah lama difitnah (sebagai laki-laki, red),” tukas Ayu, Senin (23/10).


Ayu dinikahi Muhammad Fadholi pada bulan Juli 2017, di KUA Kecamatan Ajung. Dua bulan berlalu, pernikahan pasangan itu baru terbongkar. Pihak KUA Ajung mendapat laporan bahwa istri Fadholi (Ayu, red) adalah seorang laki-laki. Keduanya pun dipanggil, namun tidak datang.

Meski begitu, pasangan ini keukeuh bahwa itu fitnah. Namun, akhirnya, memberikan surat pernyataan, bahwa memang sempat memalsukan data Ayu agar bisa menikah. Berdasarkan surat pernyataan itulah, KUA Ajung melayangkan surat ke Pengadilan Agama Jember untuk membatalkan pernikahan keduanya.

”Surat sudah kita layangan ke Pengadilan Agama. Kalau memang nanti keduanya memang benar-benar sejenis, maka pernikahan bisa dibatalkan,” tegas Kepala KUA Kecamatan Ajung, Muhammad Erfan.
Meski begitu, jelas Erfan, pernikahan sesama jenis itu baru dugaan. Pihaknya masih menunggu keputusan pengadilan.

Pernikahan itu terjadi lantaran di data Kartu Keluarga (KK) Ayu disebut berjenis kelamin perempuan.

Meski sempat menimbulkan kecurigaan, namun warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, itu akhirnya berhasil mendapat pengesahan dari KUA Kecamatan Ajung Jember sebagai istri Fadholi.

”Dalam data di Kartu Keluarga dia memang berjenis kelamin perempuan,” kata Kepala Desa Pancakarya, Jember, Agus Salim, Senin (23/10).

Bahkan, lanjut Agus, saat mengurus dokumen pernikahan, Ayu mengenakan busana muslimah. Hal ini juga menyulitkan bagi orang awam membuktikan bahwa Ayu sebenarnya laki-laki.

”Dia kan pakai busana muslim, perilakunya juga seperti perempuan pada umumnya. Ya kita kan akhirnya kesulitan membedakan,” kata Agus.

Agus sendiri bisa memahami jika kemudian Ayu berhasil mengantongi buku nikah dan sah menjadi 'istri' Muhammad Fadholi. Sebab data yang dibawa pasangan itu tidak menunjukkan hal yang ganjil.

”Datanya lengkap, sesuai, ya sudah. Masak mereka diminta membuktikan secara fisik laki atau perempuan. Kalau ternyata kecurigaan itu salah kan gimana. Jadi akhirnya ya dinikahkan,” jelas Agus.

Ternyata Tingkah Genit Juga Ada Manfaatnya

Halaman: 
Penulis : Satria Budi,Yusran Edo Fauzi