logo


Mesut Ozil dan Akhlak Santri yang Selalu Melekat

Mesut Ozil, selain lincah dalam bermain sepak bola, ia juga menyimpan karakter baik yang seharusnya dilakukan oleh setiap pemain yang beragama Islam lainnya.

23 Oktober 2017 10:16 WIB

Mesut Ozil
Mesut Ozil Metro.co.uk
dibaca 1575 x

Sosok gelandang serang aset Arsenal ini selalu membuat takjub penggemar sepak bola dengan umpan-umpannya yang cerdas dan selalu menghasilkan assist, yang bahkan terkadang akan merasa sulit mencetak gol jika pemain lain yang melakukannya.

Mesut Ozil, selain lincah dalam bermain sepak bola, ia juga menyimpan karakter baik yang seharusnya dilakukan oleh setiap pemain yang beragama Islam lainnya. Dilansir dari BolaSport.com, pemain berpaspor Jerman ini tidak pernah meninggalkan kewajibannya dalam beragama. Ia selalu tepat waktu dalam menjalankan ibadah salat wajib lima waktu walaupun harus bentrok dengan jadwal pertandingan timnya.

Dalam hal lain, pria berusia 29 tahun ini tidak pernah lepas dari Alquran dan selalu membawanya ke mana pun ia pergi. Sebelum dan sesudah pertandingan ia selalu membacanya disela-sela waktu kosong di locker room, bus atau pun tempat lainnya.


Eks Liverpool Sebut Arsenal Lebih Baik Saat Tanpa Ozil dan Sanchez

Bermain di liga Eropa terkadang akan sulit mendapatkan kebebasan bagi pemain muslim dalam melaksanakan ibadahnya. Kebebasannya dalam beragama selalu direnggut dengan regulasi dari federasi setempat yang mayoritas liga di Eropa tidak bisa dikaitkan dengan agama atau pun ideologi mana pun.

Sebut saja ketika bulan Ramadhan, yang seharusnya pemain muslim itu melaksanakan ibadah puasa tetapi ia harus berpuasa sembari bertanding di lapangan.

Mungkin ini menjadi hal yang biasa bagi seorang Mesut Ozil, bertanding di bulan Ramadhan bukan menjadi penghambat untuknya dalam membatalkan puasa karena alasan bertanding.

Jika dikaitkan dengan santri, walaupun gelandang serang kelahiran Gelsenkichen, Jerman ini tidak mengenyam pendidikan di pesantren tetapi jiwa kepribadiaannya sangat mencerminkan seorang santri. Bagi penulis, seorang muslim yang taat itu lebih santri dari pada seorang santri di pesantren tetapi ia tidak taat dalam menjalankan agama Islam.

Ditulis oleh: Lutfi Muhamad

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Begini Kata Wenger Soal Kemungkinan Ancelotti Latih Arsenal

Halaman: 
Admin : Nugrahenny Putri Untari