logo


Sandi Batalkan 2 Kali Janji Pertemuannya dengan Luhut untuk Bahas Reklamasi

Luhut mengatakan beberapa pekan yang lalu Sandi sempat datang ke kantornya dan menjanjikan untuk bertemu kembali namun ternyata tidak hadir

17 Oktober 2017 20:24 WIB

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COMMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan merasa geram dianggap sebagai pengganjal rencana Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang ingin menghentikan reklamasi. 

Luhut mengaku sudah mengajak Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno untuk membicarakan reklamasi Teluk Jakarta. Namun, janji bertemu hingga dua kali diingkari oleh Sandi.

"Pak Sandi datang ke saya, beliau janji dibriefing dua kali, dua kali dibatalkan," kata Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (17/10).


Djarot Tidak Hadir, PKS: Berpotensi Jadi Tradisi Kurang Elok

Luhut mengatakan beberapa pekan yang lalu Sandi sempat datang ke kantornya dan menjanjikan untuk bertemu kembali namun ternyata tidak hadir.

"Kami profesional melakukan ini, jangan kita bikin suasana tidak benar," katanya.

Luhut menjelaskan keputusan pencabutan moratorium reklamasi atas permintaan Pemprov DKI yakni Djarot Saiful Hidayat pada surat tanggal 23 Agustus 2017 dan 2 Oktober 2017. Kemudian pihaknya menindaklanjuti dengan pertemuan bersama menteri terkait pencabutan moratorium.

"Semua hadir, semua pihak hadir, clear," tegasnya.

Luhut mengatakan pihaknya akan terbuka ke semua pihak jika ingin memperoleh penjelasan mengenai reklamasi.

"Siapa saja yang datang saya terima. Ada sopir taksi yang datang saja akan saya terima, kalau memang memerlukan keterangan lebih lanjut, datang saja," terangnya.

Apabila ingin mengubah peruntukan pulau reklamasi, Luhut meminta Anies-Sandi untuk mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 54/2008 tentang penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur.

"Itu panduan untuk pengembangan wilayah itu mau buat apa, di situ dijelaskan. Ini Perpres yang buat zaman SBY. Silakan ubah asal ikuti ketentuan," ujar Luhut.

Peringati Hari Santri Nasional, NU Gelar Kirab Santri

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata