logo


Joko Widodo: Kaya Sumber Daya Dianggap sebagai Petaka Indonesia

Ada yang tahu hari ini diperingati sebagai hari apa? Ya, hari pangan sedunia, itu artinya baik negara-negara dunia yang tergabung sebagai Food Agriculture Organization (FAO) berhak memperingatinya terutama Indonesia.

16 Oktober 2017 11:01 WIB

dibaca 765 x

Ada yang tahu hari ini diperingati sebagai hari apa? Ya, hari pangan sedunia, itu artinya baik negara-negara dunia yang tergabung sebagai Food Agriculture Organization (FAO) berhak memperingatinya terutama Indonesia. Hari yang dianggap sebagai tradisi tahunan ini akan mencanangkan beberapa program kerja untuk penanganan krisis pangan. Di indonesia sendiri akan mengusung tema tentang Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia.

Namun, disela peringatan tahunan ini sudahkan negara dapat menangani maupun mencegah krisis pangan itu sendiri? Tetapi yang muncul justru adanya perebutan kooperatif di belahan negara saat ini yakni perebutan dibidang pangan, energi, air. Tak dapat dipungkiri hal ini telah terjadi dimana 70 persen konflik yang terjadi di dunia saat ini dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan minyak.

Kita ketahui Indonesia dirasa mampu menyediakan olahan pangan, namun kenapa lagi-lagi tetap impor? Beberapa resolusi telah dicanangkan berkali-kali bahwasanya Indonesia akan optimis maju tanpa adanya impor dari negara lain.


Pengamat: Ini 3 Poin Penting Upaya Peningkatan Sektor Pangan dan Pertanian

Tahun lalu Presiden Jokowi dalam pidatonya saat disumpah di Senayan, antara lain mengatakan kaya akan sumber daya alam menjadi petaka," ujarnya saat ditemui di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta Senin (7/11). dilansir dari Merdeka.com

Sebenarnya yang jadi kendala saat ini, sebetulnya dalam membangun kedaulatan pangan di Indonesia ini karena faktor perubahan iklim, sempitnya lahan yang dimanfaatkan untuk pembangunan dan faktor anak muda sebagai aset penerus pengembangan malah enggan mengolahnya. Ya, kita tahu Indonesia  memang kaya akan sumber daya yang melimpah tapi hal ini justru timbulkan suatu petaka bagi Indonesia sendiri. Yang ditakutkan jika nanti ia ditengok oleh negara lain karena tak dapat mengelola kekayaan sendiri.

Kembali ke pembicaraan ke Hari Pangan Sedunia, dimana ia bertujuan untuk mengoptimalkan peran masyarakat untuk swasembada pangan. Yang difokuskan adalah peran keluarga dalam mencukupi bahan pangan yang bermutu gizi serta menyajikan makanan sesuai kebutuhan tanpa membuang-buang. Secara tak langsung upaya membuang makanan ini dianggap sebagai wujud merampas hak pangan orang miskin.

Kita lihat diberbagai negara lain dilanda krisis pangan yang luar biasa membutuhkan komoditas pangan yang bermutu dan memiliki gizi. Oleh karena itu mari kita jadikan momentum ini sebagai gebrakan untuk memahami arti penting dari sebuah makanan dan mengolah sumber daya semaksimal mungkin.

 

Ditulis oleh: Amalia Anzhafa

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Menaikkan Produksi Pangan, Kunci Suksesnya Program Pemberantasan Kemiskinan

Halaman: 
Admin : Nugrahenny Putri Untari
 
×
×