logo


La Nyalla Mattalitti Diunggulkan Jadi Gubernur Jatim di Survei LJSI

Menurut Direktur LJSI, Fahrurizal Fan, La Nyalla dipilih oleh 88,6 persen responden sebagai tokoh yang memiliki kompentensi sebagai pemimpin/Gubernur yang bisa menyelesaikan permasalahan di Jawa Timur

15 Oktober 2017 18:57 WIB

La Nyalla Mattalitti.
La Nyalla Mattalitti. lanyallamm.com

JATIM, JITUNEWS.COM - Untuk kedua kalinya, Lembaga Jaringan Suara Indonesia (LJSI) kembali menggelar survei untuk menakar keterpilihan para tokoh bakal calon gubernur Jawa Timur yang makin ramai menjadi buah bibir masyarakat di Jawa Timur.

Hasilnya, nama mantan Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti semakin tak tertandingi melampaui para calon pesaingnya di kontestasi Pilgub Jawa Timur (Jatim) yang akan berlangsung pada tahun 2018 nanti.

Menurut Direktur LJSI, Fahrurizal Fan, La Nyalla dipilih oleh 88,6 persen responden sebagai tokoh yang memiliki kompentensi sebagai pemimpin/Gubernur yang bisa menyelesaikan permasalahan di Jawa Timur, terutama masalah perbaikan ekonomi masyarakat, iklim investasi di Jawa Timur, serta masalah peningkatan sektor pertanian, dengan segudang pengalamannya sebagai pengusaha dan pembina ormas di Jawa Timur.


Survei VPS untuk Pilgub Jatim 2018: La Nyalla Unggul, Gilas Khofifah dan Gus Ipul

"Dan diurutan kedua, Syaifullah Yusuf dinilai oleh 71,6 persen responden memiliki kompentensi sebagai Gubernur Jawa Timur. Sementara, Tri Rismaharini dinilai memiliki kompentensi kepemimpinan oleh 68,9 persen responden, Khofifah Indar Parawansa dipilih oleh 68,7 persen responden, Abdullah Azwar Anas 67,6 persen, Nurwiyatno 66,3 persen, dan Komisaris Besar Polisi, Syafi'in 50,9 persen," beber Fahrurizal dalam keterangannya, Minggu (15/10).

Fahrurizal melanjutkan, dari seluruh tokoh yang diuji pun, La Nyalla memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 86,4 persen.

"Dari 1.816 responden, sangat menerima La Nyalla sebagai Gubernur dan ini menunjukkan hubungan yang sangat linear dengan jawaban responden yang menerima tokoh lebih berdasarkan kemampuan tokoh sebanyak 88,3 persen, kesamaan etnik dan suku sebanyak 15,3 perse, kesamaan agama 56,3 persen, dan kesamaan gender dengan tokoh Calon Gubernur 16,3 persen," ungkap Fahrurizal.

Sedangkan, lanjut Fahruriza, Syaifullah Yusuf memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 67,5 persen,Tri Rismaharini 65,7 persen, Khofifah 65,4 persen, Nurwiyatno 56,5 persen, dan Komisaris Besar Polisi Syafi'in, 51,7 persen.

Dikatakan Fahrurizal, tingkat kompentensi dan akseptabilitas para tokoh pada akhirnya punya hubungan menentukan pilih tingkat keterpilihan.

"Ketika responden ditanyakan 'tokoh siapa yang akan Bapak/Ibu pilih saat Pemilihan Gubernur? Maka data survei menjawab 28,2 persen memilih La Nyalla Mataliti, dan 21,7 persen memilih Syaifullah Yusuf, 15,8 persen memilih Tri Rismaharini, 14,1 persen memilih Khofifah Indar Parawansa, 7,3 persen memilih Nurwiyatno, 4,3 persen memilih Abdullah Azwar Anas, dan 1,3 persen memilih Kombes Pol Syafi'in," tutur Fahrurizal.

Menurut Fahrurizal, hasil penilaian para tokoh ini menunjukan kalau masyarakat Jawa Timur lebih menginginkan Gubernur yang punya kompentensi untuk bisa menyelesaikan masalah ekonomi dan kesejahteraan mereka.

"Hal tampak dari jawaban responden yang menginginkan 48,3 persen Gubernur baru bisa menciptakan lapangan kerja di kota dan di desa, mampu menarik genuine investor ke Jawa Timur sebanyak 29,3 persen, dan menggerakan ekonomi pedesaan 22,4 persen," ujar Fahrurizal.

Diklaim Fahrurizal, dari 1.816 responden yang mengikuti survei, sebanyak 1.352 atau 74,4 persen merupakan warga Nadliyin.

"Warga Nadliyin tersebut memilih Syaifullah Yusuf dan Khofiffah hanya 35,7 persen saja ,atau sebanyak 650 responden dari 1.816 responden. Artinya, suara kaum Nadliyin Jawa Timur sudah terpecah dalam Pilgub Jawa Timur nanti," tukas Fahrurizal.

Sebagai informasi, survei yang dilakukan LJSI ini digelar pada tanggal 28 September sampai 8 Oktober 2017, dengan mengusung tema "Siapa Tokoh yang Dipilih sebagai Gubernur Jawa Timur 2018-2023.

Survei tersebut diadakan di 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jawa Timur dengan metode wawancara tatap muka langsung dengan warga yang memiliki hak pilih pada Pilgub Jawa Timur di bulan Juni 2018 mendatang. Sampel responden dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Sementara, margin of error survei kurang lebih sebesar 2,3 persen dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen.

"Dari 1.816 responden hanya 67,6 persen responden, mengetahui akan adanya Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada Juni 2018. sementara sisanya sebanyak 32,3 persen responden sama sekali tidak tahu akan adanya Pilgub pada tahun depan. Tentu saja,hasil survei ini menunjukkan kalau KPU mulai bekerja karena saat survei pertama LJSI baru 57,3 persen warga jawa Timur yang tahu akan adanya Pilgub Jatim," tutup Fahrurizal.

 

La Nyala Dapat Dukungan Habib Rizieq Shihab untuk Nyagub di Jatim

Halaman: 
Penulis : Riana