logo


Ahli Ibadah Penghuni Neraka? Inilah Ciri-Cirinya

Manusia memang dilahirkan di dunia ini untuk beribadah pada Allah Swt, turut menjaga alam semesta ini dengan banyak berbuat kebaikan, tak terkecuali berkasih sayang pula diantara sesama manusia. tetapi lihatlah di zaman ini, manusia-manusia rakus semakin

14 Oktober 2017 12:05 WIB

cahayaislam.net/Ilustrasi
cahayaislam.net/Ilustrasi
dibaca 49971 x

Manusia memang dilahirkan di dunia ini untuk beribadah pada Allah Swt, turut menjaga alam semesta ini dengan banyak berbuat kebaikan, tak terkecuali berkasih sayang pula diantara sesama manusia. tetapi lihatlah di zaman ini, manusia-manusia rakus semakin sesak dimana-mana. Menyakiti orang lain bisa dengan mudahnya dilakukan, tak perlu senjata, lidah saja sudah cukup untuk membuat orang lain menderita.

Ibnu Mas'ud pernah mengatakan bahwa, Rasulullah pernah bersabda, "Kebanyakkan dosa anak-anak adam itu ada pada lisannya." (HR ath-Thabraniy, Abu asy-Syaikh dan Ibnu Asakir)

Bahkan, ada suatu kisah di zaman Rasulullah tentang Ahli ibadah yang justru menjadi ahli neraka. Suatu hari ketika Rasulullah dan para sahabat berkumpul di mesjid, lewatlah seorang wanita yang ingin masuk ke mesjid untuk ikut sholat berjamaah. Lalu para sahabat saling sahut-menyahut memuji wanita itu, dengan mengatakan bahwa dia adalah ahli surga, karena setiap harinya selalu berpuasa di siang hari dan sholat di waktu malam.


Hidup di Solo Habis Untuk Biaya Parkir

Lalu, Rasulullah beredar dari tempat duduknya dan berkata 'La! Hiya Fin Naar... Hiya Fin Naar !" Artinya, "Tidak ! Dia ahli neraka... Dia ahli neraka."

Para sahabat tentu saja saling pandang dan kebingungan mendengar tanggapan Rasulullah tentang wanita tadi. "Kenapa anda mengatakan demikian ya Rasulullah?", tanya para sahabat.

Rasulullah pun menjawab, "Sebab mulutnya selalu menyakiti orang lain. Dia suka mengganggu tetangganya dengan ucapannya. Seluruh amal ibadahnya hancur, karena dia punya akhlak yang buruk. Dia menjadi ahli neraka, karena ibadahnya tak mampu menjadi motivasi baginya untuk berakhlak yang baik."

Betapa mengerikannya akibat yang ditimbulkan sepotong lidah baik di dunia maupun di akhirat nanti, Rasulullah saja menegaskan bahwa nerakalah tempat para 'ahli ibadah' itu nantinya.

Untuk itu, baiknya kita bijaksana dengan diri kita sendiri, dengan terus intropeksi dan mengevaluasi lagi bagaimana ibadah kita, bagaimana perangai kita dengan sesama, dan kemana perginya bisa lidah kita selama ini. Dari kisah ini, kita dituntut untuk lebih mengawasi perangai diri termasuk 'lidah', sebelum ia menghancurkan semua ibadah kita selama ini.

Terkait dengan manusia ahli ibadah seperti ini, Rasulullah sudah pernah secara gamblang menyatakan bahwa, mereka 'ahli neraka' bukanlah 'ahli ibadah'. kita tentu bingung dengan pernyataan Rasulullah ini

Ditulis oleh: Dina Liliyana

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Soal Karikatur Nabi Muhammad, Iran: Menghina Seluruh Umat Muslim

Halaman: 
Admin : Ratna Wilandari