logo


Hidup di Solo Habis Untuk Biaya Parkir

Hidup di tengah kota yang padat, lekat dengan iruk pikuk dan lalu lalang kendaraan dimanapun. Diiringi dengan jumlah penduduk dan pengangguran yang selalu meningkat...

14 Oktober 2017 11:57 WIB

Ilustrasi juru parkir liar (sumber radarjambi.co.id)
Ilustrasi juru parkir liar (sumber radarjambi.co.id)
dibaca 1156 x

Hidup di tengah kota yang padat, lekat dengan iruk pikuk dan lalu lalang kendaraan dimanapun. Diiringi dengan jumlah penduduk dan pengangguran yang selalu meningkat. Hal itu tak dapat dipungkiri sehingga sebagian masyarakat mengandalkan suatu profesi yang dianggap menjanjikan pendapatan harianya yakni menjadi juru parkir (jukir)  resmi. Tapi bagaimana jika yang kita temui jukir ilegal?

Jengkel, bukan? Ketika kita memberhentikan motor untuk sekedar ke ATM atau warung makan yang tak membutuhkan waktu berjam-jam. Tiba-tiba datanglah sosok yang merapikan posisi motor kita ke sudut lain. Seketika itu kita tahu bahwa nanti akan dikenai tarif parkir tanpa adanya bukti secarik kertas. Yang awalnya tak ada niat mem-prepare pengeluaran keuangan untuk parkir terpaksa uang Rp.2000 melayang. begitu saja.

Dan itu tidak hanya di satu lokasi saja. Dimana sosok itu beroperasi disanalah kamu akan terkena biaya cash. Untuk jukir yang resmi biasanya saat parkir kit akan diberi secarik kertas tarif standart.


Usai Tendang Motor, Bima Arya Tunjuk Mantan Petinju Kelas Berat Jadi Kasi Perpakiran Dishub Bogor

Dilain waktu saat kita benar-benar butuh seorang juru parkir di area perbelanjaan yang ramai. Tak ditemui keberadaan seorang jukir, alhasil kita parkir kendaraan dengan sendirinya. Ketika usai belanja ingin mengambil kendaraan tiba-tiba datanglah sesosok yang menodong tarif parkir begitu saja. Penampakan yang begitu menegangkan, bukan? Tak heran kehilangan kendaraan maupun helm tetap ada walaupun disana keberadaan jukir terlihat jelas.

Biaya yang ditagih usai parkir mereka tetapkan seharga Rp.2000. Dimanapun tempatnya. Padahal dari Dishub Surakarata telah menetapkan tarif normal di beberapa kawasan seperti:

Zona C, meliputi Jalan Slamet Riyadi, tarif sepeda Rp 500, sepeda motor Rp 2.000, dan Mobil Rp 3.000.

Zona D meliputi Jalan Urip Sumoharjo - Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Yos Sudarso - Jalan Dr Rajiman, Jalan Veteran, Jalan Gatsu, Jalan Kapten Tendean, Jalan Sutan Sjahrir, Jalan RM Said, Jalan dr Moewardi, Jalan S Parman, Jalan RE Martadinata, Jalan Brigjend Sudiarto, Jalan Gajah Mada, Jalan Honggowongso, Jalan Suryo Pranoto, dan Jalan Sutowijaya. Tarif untuk sepeda ditetapkan Rp 500, sepeda motor Rp 1.500, sedangkan mobil Rp 2.000.

Zona E, meliputi semua ruas jalan ditepi jalan umum, selain termasuk zona C dan D, tarif sepeda Rp 500, sepeda motor Rp 1.000, dan mobil Rp 1.500. Dilansir dari Tribunnews.com

Jadi mintalah bukti karcis kepada jukir resmi. Lantas apa yang harus dilakukan untuk menghindari dari jukir liar? Kita jaga kendaraan kita sendiri tanpa turun atau dengan membawa boncengan.

Atau bisa menyedekahkan sebagian pengeluaran kita kepada seseorang yang lebih membutuhkan karena sebagian harta kita adalah milik juru parkir.  

Ditulis oleh: Amalia Anzhafa

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Tips Aman Berkendara Sepeda Motor Saat Hujan

Halaman: 
Admin : Nugrahenny Putri Untari