logo


Kita Akan Fokus Pengembangan Sistem Pertanian

Selama ini kita banyak mengekspor raw material atau produk-produk yang belum diolah,

23 Desember 2014 14:19 WIB

Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Kementerian Pertanian, Ir.Jamil Musanif.(Johdan AAP/Jitunews)
Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Kementerian Pertanian, Ir.Jamil Musanif.(Johdan AAP/Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menghadapai MEA 2015 adalah untuk mendorong dan mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan percepatan, penguatan interaksi dan kerjasama dalam membangun dan menghasilkan produk pertanian.

Pada penghujung bulan November dan awal bulan Desember tahun ini, Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian mengadakan serangkai acara yang bertajuk “pasar rakyat cinta produk pertanian nusantara” yang diselenggarakan di Gedung Pertanian, Jl Ragunan raya P7 (seberang SMA 28) Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Gedung eks Rumah Sakit Pasar Minggu ini dialih fungsikan menjadi sentra promosi produk hasil pertanian.

Disela istirahat siangnya, Ir. Jamil Musanif selaku Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi, Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian – Kementerian Pertanian memberikan gambaran tentang kondisi pertanian saat ini dan tentunya tentang pemanfaatan sentra promosi yang tidak memerlukan biaya, berikut wawancaranya dengan jitunews.com beberapa waktu lalu :


Program Lumbung Pangan Baru di Kallteng, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha

Jitunews.com    : Apa rencana yang disusun untuk menghadapi gejolak pertanian di tahun 2015?

Jamil Musanif   : Saat ini kami sedang ingin refocusing atau menitikberatkan pada padi, jagung dan kedelai selama 3 tahun ke depan. Sebenarnya jika dihitung antara produksi dengan kebutuhan, kita (Indonesia) sebenarnya sudah swasembada. Yang belum itu tinggal kedelai. Semoga saja kedelai bisa segera menyusul padi dan jagung.

Jitunews.com    : Kalau meninjau aspek mikro pertumbuhan industri, bagaimana?

Jamil Musanif   : Selama ini kita banyak mengekspor raw material atau produk-produk yang belum diolah, jadi nilai tambahnya rendah. Misalnya biji kopi,kakao dan CPO. Untuk kedepannya akan dioptimalkan produk-produk yang sudah diolah jadi nilai tambahnya sudah lebih tinggi dan nantinya akan berimbas pada devisa negara.

Jitunews.com    : Yang menjadi kendala?

Jamil Musanif   : Pertama kita coba lihat dari faktor petaninya, mengingat skala usahanya yang kecil. Sehingga kalau untuk dikembangakan usaha pengolahan itu secara individu tidak akan sanggup memenuhi target, sehingga penyikapannya harus dilakukan secara berkelompok.

Jitunews.com    : Insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada petani atau kelompok tani?

Jamil Musanif   : Kami masih memberikan pupuk, benih, penyuluhan dan pembinaan. Dan yang baru ini adalah fasilitas promosi

Jitunews.com    : Bagaimana animo pelaku industri setelah diresmikan sentra promosi ini?

Jamil Musanif   : Yang jelas ini kan gratis, bahkan beberapa diantara mereka ada yang kami subsidi transportasinya. Karena biasanya GAPOKTAN itu terkendalanya disana. Ya intinya tempat ini

Jitunews.com    :  Kalau yang sudah dilaksanakan kemarin acaranya tematik, bagaimana dengan rencana tahun depan?

Jamil Musanif   : Rencana ke depannya akan diselenggarakan acara setiap bulannya, barangkali bulan ini daerah mana kemudian bulan depannya daerah mana lagi. Rencana detilnya masih dipersiapkan oleh tim. Ditambah lagi baru-baru ini ada edaran tidak boleh melakukan kegiatan di hotel, nah kemungkinan gedung baru itu akan menjadi ramai (tertawa). Jadi pemanfaatan gedung tersebut bisa menjadi optimal, seperti pelatihan dan lainnya.

Jitunews.com    : Bicara soal era infoormatika, apakah petani-petani tersebut sudah memanfaatkan hal tersebut?

Jamil Musanif   : Iya, jadi ke depannya bidang promosi ini juga memfasilitasi hal-hal seperti ini. Server  ini merupakan salah satu fasilitas promosi bagi petani-petani, nanti akan terkoneksi ke seluruh kedutaan-kedutaan besar Indonesia di Luar Negeri.

Kalau di Luar negeri itu kan ada ITPC (Indonesia Trade and Promotion Center) yang berada di bawah Kementrerian Perdagangan, namun kan kita semua bersinergi untuk membangun ini semua. Jadi nanti sistemnya adalah  informasi mengenai produk pertanian di tiap-tiap daerah akan dimasukkan ke dalam jaringan tersebut.

Jitunews.com    : Untuk membangun sistem tersebut dibutuhkan berapa lama lagi?

Jamil Musanif   : Mulai Januari 2015 sudah mulai dibangun, namun sekarang kami fokus pada fisiknya dahulu untuk sarana promosi pelaku industri produk pertanian. Sehingga kami juga membutuhkan bantuan dari rekan-rekan media untuk membantu mempromosikan sentra promosi yang dibuat oleh Kementerian Pertanian ini.

 

Indonesia Sebagai Negara Agraris Harus Mempunyai Food Estate

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Ali Hamid
 
×
×