logo


Cerita Rita Widyasari Jadi Tahanan KPK

Ia pun harus menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi.

10 Oktober 2017 16:25 WIB

Rita Widyasari.
Rita Widyasari. Facebook/Rita Widyasari

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bupati Kutai Kertanegara yang kini sedang terjerat kasus dugaan korupsi, Rita Widyasari, berbagi sedikit ceritanya menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ia pun harus menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi. Akan tetapi, alih-alih berbicara banyak, Rita hanya mengomentari tampilan dan bentuk Rumah Tahanan (Rutan) KPK yang baru.

"Belum tahu diperiksa apa, tapi penjaranya bagus kok," kata Rita di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/10).


Bupati Kukar Ditahan, Mendagri Tetap Pegang Asas Praduga Tak Bersalah

Rita merupakan satu dari sejumlah tahanan yang dipindahkan dari Rutan di kaveling C1. Rutan baru tersebut berlokasi di belakang Gedung Merah Putih dan telah beroperasi sejak hari Jumat (6/10) lalu.

Untuk diketahui kembali, Rita Widyasari diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga menerima suap dan gratifikasi Kabupaten Kutai Kartanegara. Total suap dan gratifikasi yang diterima Rita disinyalir mencapai Rp 12,97 miliar.

Rita diduga telah menerima suap sebesar Rp 6 miliar untuk memuluskan izin operasi perusahaan kelapa sawit, PT Sawit Golden Prima. Selain itu ia juga diduga menerima gratifikasi yang besarannya juga mencapai Rp 6 miliar.

Rita sendiri telah menyangkal dugaan yang dilayangkan KPK. Ia menyebut uang sejumlah Rp 6 miliar yang disebut sebagai gratifikasi tersebut merupakan hasil jual-beli barang emas miliknya sendiri. 

Selain memeriksa Rita, penyidik KPK memanggil pemilik PT Citra Gading Asritama, Ichsan Suadi. "Dia diperiksa sebagai saksi untuk RIW (Rita Widyasari)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

"KPK Tega dengan Bangsa Sendiri, Putra-putri Terbaik Bangsa Dikriminalisasi"

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari