logo


Mabes TNI: Belum Ada Informasi Soal Transfer Dana 1,4 Miliar AS ke Kantong Institusi TNI

Informasi itu hanya tersebar di media. Oleh karena itu, kata Wuryanto, pihaknya tidak melakukan penyelidikan internal.

10 Oktober 2017 14:00 WIB

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Markas Besar TNI menyebut informasi terkait adanya transfer nasabah Indonesia di Standard Chartered Plc sebesar 1,4 miliar dolar AS atau setara Rp 18,8 triliun yang masuk ke kantong institusi militer belum diterima secara resmi oleh pihak TNI.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan informasi itu hanya tersebar di media. Oleh karena itu, kata Wuryanto, pihaknya tidak melakukan penyelidikan internal.

"Kita belum tahu ada informasi itu. Jadi gimana mau penyidikan," kata Wuryanto di Jakarta, Selasa (10/10/2017).


Berkicau Soal Bom Kampung Melayu, Boni Hargen ‘Disentil’ Puspen TNI

"Makanya tanyakan ke dirjen pajak dulu atau PPATK. Silahkan saja," imbuh Wuryanto.

Sebelumnya, Bloomberg menyebutkan jika sebagian dari pihak yang melakukan transfer dalam jumlah besar itu terkait dengan institusi militer.

Menurut laporan Bloomberg, sejumlah klien dari Indonesia, yang sebagian di antaranya terkait dengan institusi militer, melakukan transfer senilai total 1,4 miliar dollar AS dari Guernsey ke Singapura di akhir 2015, atau sebulan sebelum Guernsey mengadopsi peraturan pertukaran data perpajakan global atau Common Reporting Standard.

Sumber-sumber Bloomberg di Guernsey menyatakan bahwa terdapat perbedaan mencolok antara pendapatan para nasabah tersebut dengan simpanan yang ada dalam rekening.

Dalam hal ini, pendapatan resmi tahunan para nasabah Standard Chartered tersebut hanya puluhan ribu dollar AS. Namun dalam rekening simpanannya, mereka memiliki jutaan dollar AS.

Oknum TNI Pemukul Polisi Dikerangkeng, DPR Minta Penjelasan Puspen TNI

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas