logo


Budidaya Udang Sulsel, Aliran Air Harus Diperbaiki

Ia menyarankan agar air tambak udang dan ikan bandeng itu sebaiknya air yang masuk itu air bersih

23 Desember 2014 12:48 WIB

Saluran irigasi
Saluran irigasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Nasyit Umar mengungkapkan, bahwa tata kelola aliran air tambak udang di daerah Sulawesi Selatan masih kurang maksimal, sehingga mempengaruhi hasil produksinya.

“Tata airnya kurang bagus. Di Sulsel ini inlet (sumber pemasukan) air dari tambak dan keluarnya air itu melalui sungai, sedangkan sungai itu banyak kotorannya baik dari rumah tangga maupun dari pestisida yang ada di sawah sehingga itu akan mempengaruhi produksi,” ungkap Nasyit kepada wartawan, Jakarta.

Menurut politisi dari Partai Demokrat itu, apabila tata kelola airnya tidak baik, maka bibit apa pun dan produksi apa pun yang ditaruh pada tambak tersebut akan sulit untuk mendapatkan produksi yang bagus.


Polisi NTB Turun ke Lapangan, Kawal Penyaluran Program Bantuan KKP

Air yang masuk ke tambak, lanjut Nasyit, pada saat air pasang kemudian pada saat air surut itu belum sempat keluar ke laut lepas. Sehingga, pada pagi harinya kemudian masuk lagi ke dalam tambak, membuat lalu lintas airnya itu semuanya air kotor bukan air yang bersih.

Ia menyarankan agar air tambak udang dan ikan bandeng itu sebaiknya air yang masuk itu air bersih, antara inlet dan outlet-nya itu berbeda. Masuknya air ke tambak itu mungkin dari sungai, tetapi pada saat pengeluarannya atau pada saat air surut itu pada pintu yang lain, tidak dengan pintu air yang sama.

Nasyit memberikan contoh, irigasi Maloso yang ada di Kabupaten Polewali itu luasnya kurang lebih 2.000 hektar, air tawar yang masuk ke pantai itu melalui air irigasi, jadi bukan dari sungai. Disitu dibuatkan saluran irigasi, kemudian saluran dari pantai untuk masuk air asin bercampur dalam satu bak, itulah yang masuk ke tambak-tambak sehingga airnya bersih.

“Jadi sepanjang tata air ini tidak diperbaiki, saya tidak yakin itu akan berhasil, karena air yang bergerak disitu adalah pasang surut air kotor,” tutup Nasyit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penolakan Program Bantuan KKP kepada Pembudidaya Ikan adalah Hoax

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid
 
×
×