logo


Mobil Listrik Dahlan Iskan Dipamerkan ke Jokowi, Ini Komentar Jokowi

Inovasi masih banyak, namun terkendala regulasi di dalam negeri

9 Oktober 2017 09:15 WIB

mobil listrik
mobil listrik Ist

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan memamerkan mobil 'Selo' kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (8/10/2017) malam. Hal itu terjadi saat Jokowi menyambangi kantor perusahaan media milik Dahlan Iskan di Surabaya.

Selain memperkenalkan mobil listriknya, Dahlan juga memperkenalkan tim perancang mobil mistrik itu. Mobil listriknya itu mulai dijajal saat ia menjadi Menteri BUMN.

Melihat 'pertunjukan' singkat Dahlan, Jokowi mengapresiasinya. Menurut Jokowi, banyak karya inovatif anak bangsa yang bisa mengangkat nama Indonesia di mata internarsional. Sayangnya, kata Jokowi, hal-hal itu justru dilemahkan oleh regulasi terlalu berbelit-belit di dalam negeri.

"Saya yakin, masih banyak karya inovasi anak bangsa. Karena mereka sebenarnya cerdas. Tapi sayangnya dihambat oleh rumitnya regulasi di negeri sendiri," kata Jokowi.


Inovasi SIGAHTAN di Polres Jakarta Barat Raup Apresiasi

Oleh karena itu, kata Jokowi, sebagai Presiden, dirinya senantiasa menyampaikan pentingnya deregulasi agar Indonesia dapat lebih cepat bersaing dengan negara lain.

Dahlan Iskan mengatakan, mobil listik yang dipamerkannya kepada Jokowi justru telah mempertemukannya dengan meja hijau. Kasus mobil listrik, kata Dahlan, awalnya adalah permintaan Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN untuk menjadi sponsor pengadaan 16 mobil listrik pada April 2013. Saat itu, Dahlan menjabat sebagai Menteri BUMN.

Mobil ini diadakan untuk mendukung kegiatan operasional Konferensi Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali pada Oktober 2013. Tiga BUMN yang berpartisipasi, yaitu PT BRI (Persero) Tbk, PT PGN, dan PT Pertamina (Persero). Ketiganya mengucurkan dana lebih kurang Rp 32 miliar untuk pengadaan mobil listrik melalui PT Sarimas Ahmadi Pratama.

Namun, mobil listrik yang dipesan kemudian tidak dapat digunakan, karena tidak sesuai dengan perjanjian.

Pada Maret 2016, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang memutus perkara pengadaan mobil listrik, menyatakan bahwa mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak terbukti menyebabkan kerugian negara.

Eks Asdep Kementerian BUMN Terseret Kasus Korupsi, Kuasa Hukum: Ada yang Janggal

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas