logo


Pemerintah Berikan 10% Saham Freeport untuk Papua

Lukas Enembe mengatakan, pemerintah dan masyarakat Papua sepakat dengan pemerintah pusat dalam menghadapi PT Freeport

8 Oktober 2017 18:21 WIB

Operasi Pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua
Operasi Pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua Dok. PT Freeport Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COMMenteri ESDM, Ignasius Jonan mengundang Gubernur Papua, Lukas Enembe ke rumah dinasnya di Jakarta pada Sabtu (7/10). Pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden Joko Widodo soal perundingan dengan PT Freeport Indonesia.

"Pertemuan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar Jonan kembali terlibat dalam perundingan dengan PT Freeport Indonesia. Sehari sebelumnya, Jumat (6/10) Jonan mengundang CEO Freeport McMoran Richard Adkerson dan Direktur Eksekutif Freeport Indonesia Tonny Wenas ke kantornya," kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi, Hadi M Djuraid, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/10).

Lukas Enembe mengatakan, pemerintah dan masyarakat Papua sepakat dengan pemerintah pusat dalam menghadapi PT Freeport, pihaknya mendukung perundingan yang dilakukan pemerintah.


Sidrap Miliki Potensi Tenaga Angin 350 MW

Jonan juga mengklarifikasi informasi yang menyebut PT Freeport menolak divestasi 51 persen saham. Dalam pertemuan dengan Adkerson kemarin, Jonan menjelaskan Freeport tetap memegang komitmen sesuai kerangka dasar (framework) yang sudah disepakati sebelumnya. 

Di antaranya divestasi 51 persen saham, pembangunan smelter, dan pendapat negara secara agregat lebih baik dibanding rezim Kontrak Karya. Freeport keberatan dengan hal-hal teknis yang menyangkut mekanisme, timing, dan valuasi divestasi. Hal tersebutlah yang saat ini masih dirundingan dengan Freeport.

"Dalam pertemuan tersebut kembali disinggung tentang porsi saham hasil divestasi untuk Papua sebesar 10 persen. Jumlah tersebut akan dialokasikan secara proporsional untuk pemerintah provinsi, pemkab yang wilayahnya terdapat operasi Freeport, dan masyarakat adat," kata Hadi.

Lukas juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Pusat yang sudah mengalokasikan saham untuk Papua. Hal tersebut baru kali ini terjadi, karena sebelumnya dalam Kontrak Karya pertama maupun kedua, tidak ada alokasi saham untuk masyarakat Papua.

Lukas Enembe datang dengan didampingi oleh Bupati Puncak Jaya, Willem Wandik, dan anggota Komisi VII DOR Dapil Papua, Tonny Wardoyo. Sedangkan Jonan didampingi oleh sejumlah pejabat Kementerian ESDM, di antaranya Wamen Arcandra Tahar, Sekjen M teguh Pamuji, dan Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyono.

Perundingan Soal Freeport Hampir Rampung

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata