logo


Larangan Expor Mineral Mentah Indonesia Untungkan Filipina

Kebijakan pemerintah Indonesia ini diharapkan dapat menaikkan nilai komoditas nikel secara global

23 Desember 2014 09:11 WIB

Mineral Mentah (Ist)
Mineral Mentah (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terkait peraturan Pemerintah Indonesia yang melarang expor mineral mentah, Menteri Lingkungan Filipina, Michael Defensor merasa diuntungkan dengan beleid ini. Sebagai pengusaha nikel, dirinya merasa kebijakan ini banyak menghasilkan nilai positif bagi perusahaannya.

Seperti yang diberitakan Bloomberg Manila beberapa waktu yang lalu, Pax Libera Mining, perusahaan yang dimiliki Defensor, telah menyiapkan empat tambang baru untuk dibuka tahun depan. Sementara dua tambang yang sudah dibuka sebelumnya, hingga kini masih beroperasi. Menurutnya, "kami akan memanfaatkan kesempatan yang terbuka ini."

Kebijakan pemerintah Indonesia ini diharapkan dapat menaikkan nilai komoditas nikel secara global. Diperkirakan harganya akan naik hingga menyentuh angka tertinggi. Namun kenyatannya terbalik. Semenjak Filipina mengambil alih sebagai pengexpor nikel melebihi perkiraan, harga nikel kemudian turun.


Pemerintah Fokus Penuhi Target Kebutuhan Nikel Dunia

Dalam 10 bulan pertama di 2014, expor nikel dari Filipina ke Cina tumbuh 24% menjadi 31.2 juta ton.

"Setiap orang akan memaksimalkan izin yang mereka dapat. Tapi tetap saja Filipina tidak dapat mengisi kekosongan yang dibuat Indonesia karena larangan expor," ugkap Ramon Adviento, analis tambang di Maybank ATR Kim Eng Securities, Manila.

Namun banyak juga yang memperkirakan, prediksi defisit nikel dunia pada 2015 yang mencapai 62.400 ton tetap akan terjadi, meski Filipina akan membuka tambang baru tahun depan. Pasalnya nikel yang dihasilkan Filipina, kualitas logamnya lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia, yang merupakan negara pemasokan nikel terbesar sebelum 2014.

Ini Penjelasan Dirjen Minerba Soal Penutupan 3 Smelter Nikel

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan