logo


KPK Sempat Tolak Bukti di Praperadilan, Pansus: Bukti dari Mana Saja

Risa menyebutkan jika bukti yang digunakan pada sidang praperadilan adalah dari Pansus, maka bisa memperkuat kedudukan Pansus

2 Oktober 2017 14:42 WIB

Wakil Ketua Pansus Angket Risa Mariska
Wakil Ketua Pansus Angket Risa Mariska dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COMPada sidang praperadilan Setya Novanto, pihak KPK sempat menolak bukti yang diajukan oleh pihak Setya Novanto. Bukti yang ditolak adalah Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terhadap KPK pada tahun 2009-2011 yang memuat SOP KPK.

Alasan KPK menolak bukti tersebut karena menilai bukti itu didapat dari Pansus Hak Angket. Namun, Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Risa Mariska, mengatakan laporan tersebut bisa didapat dari manapun.

"Kalau bukti yang dihadirkan kemarin itu bisa didapat dari mana saja. Bukan hanya dari Pansus. Apalagi Pak Setya Novanto anggota DPR juga. Bisa dari komisi sekian-sekian. Enggak harus dari Pansus Angket bukti yang dihadirkan praperadilan itu, saya rasa bisa didapat dari mana saja," kata Risa saat dikonfirmasi, Senin (2/10).


Kasus e-KTP Membawa KPK Pada Sakaratul Mautnya

Risa menyebutkan jika bukti yang digunakan pada sidang praperadilan adalah dari Pansus, maka bisa memperkuat kedudukan Pansus.

"Artinya KPK juga harus berpikir ulang, berarti Pansus Angket secara legal standing sudah cukup kuat dong," ujar Risa.

LHP nomor 115/HP/XIV/12/2013 tertanggal 23 Desember 2013 menjadi salah satu pertimbangan hakim tunggal Cepi Iskandar untuk mengabulkan praperadilan Novanto pada hari Senin, tanggal 25 September 2017. Saat itu pihak KPK merasa keberatan dengan bukti yang pernah dipakai juga dalam praperadilan mantan Ketua BPK, Hadi Poernomo, dan Hadi berhasil memenangkan praperadilan.

Hakim menilai penetapan tersangka yang dilakukan KPK kepada Novanto tidak sesuai prosedur, maka dari itu hakim menyatakan status tersangka Novanto tidak sah.

KPK Banyak Lakukan OTT, Fahri Hamzah: Jelek Sekali Efeknya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata