logo


Gempa Lokal Pertanda Pergerakan 15 Juta Meter Kubik Magma

Devi menjelaskan gempa tektonik lokal terjadi karena struktur patahan hancur akibat pergerakan magma

1 Oktober 2017 20:00 WIB

Gunung Agung.
Gunung Agung. Twitter @Sutopo_BNPB

BALI, JITUNEWS.COMAkibat dari aktivitas Gunung Agung, gempa masih terjadi. Gempa tektonik lokal menandai energi magma yang bergerak menghancurkan patahan yang labil.

"Magma itu keluar bukan terpisah-pisah, tapi satu kesatuan dan masif bergeraknya. Dia terus mencari celah rapuh untuk keluar," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVGMBG, Devy Kamil di Pos Pengamatan Gunung Agung, Bali, Minggu (1/10).

Devi menjelaskan gempa tektonik lokal terjadi karena struktur patahan hancur akibat pergerakan magma. Patahan yang hancur adalah patahan yang labil untuk bergerak sehingga teraktivasi oleh tekanan magma.


28 Desa Masuk Zona Bahaya Erupsi Gunung Agung

"Makanya terjadi gempa terasa sedemikian banyak. Terbayang tidak berapa banyak magma yang bergerak?" ujarnya.

Jumlah gempa tektonik lokal dan kekuatannya mengindikasikan adanya 15 juta meter kubik magma yang bergerak. Angka tersebut bukan keseluruhan dari volume magma yang ada di dalam Gunung Agung.

"Estimasi analisis kita sudah ada lebih dari 15 juta meter kuubik magma yang beregrak. Itu hanya material yang menghasilkan gempa. Lebih dari itu yang kita dapat tapi bukan merepresentasikan volume seluruh magma," jelasnya.

Angka yang didapat tersebut dari konversi magnitude gempa tektonik lokal yang berasal dari Gunung Agung. Sehingga PVMBG dapat menganalisa kekuatan dari tekanan magma dalam gunung.

"Magnitude itu akan bisa mengestimasi berapa jumlah energi yang bisa kita kumpulkan atau hasilkan. Energi yang dihasilkan untuk menciptakan gempa-gempa itu sekitar 15 juta meter kubik," kata Devy. 

Gubernur: Pengungsi Gunung Agung Dibuatkan Kartu

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata