logo


Inspirasi Langka, "Pancasila" Strategi Kepemimpinan

Siapa bilang anda tidak bisa menjadi pemimpin? Kalau bisa, terus apa pentingnya? Apapun jabatan dan karir kita, tiap-tiap diri dituntut memiliki tanggung jawab kepemimpinan dalam kehidupan....

30 September 2017 23:00 WIB

Sumber : Finasialku (Ilustrasi Leadership)
Sumber : Finasialku (Ilustrasi Leadership)
dibaca 673 x

Siapa bilang anda tidak bisa menjadi pemimpin? Kalau bisa, terus apa pentingnya? Apapun jabatan dan karir kita, tiap-tiap diri dituntut memiliki tanggung jawab kepemimpinan dalam kehidupan.

Tanpa memperhatikan jabatan atau posisi, kita dituntut melakukan terobosan. Dengan melakukan hal yang benar pun sesungguhnya anda telah menjadi pemimpin. Apakah semudah itu? 

Begitu banyak dari kita takut pada konflik. Jalur nyaman katanya. Mimpinya melulu soal popularitas dan disukai. Namun, pemimpin yang sesungguhnya berbeda. Berani rasional, hadapi kenyataan dan menyuarakan kebenaran. 


Sukarno Way: Saatnya Setia dan Komitmen Terhadap Pancasila

Membangun mental kepemimpinan memang bukan perkara mudah, namun bukan berarti mustahil dilakukan. Kuncinya adalah komitmen dan konsistensi. Modalnya niat lalu jangan berhenti. Kemudian?  

Berikut lima strategi yang bisa anda lakukan. Saya menyebutnya dengan "panca sila" strategi kepemimpinan.

Sila Pertama, Bangun Reputasi Anda

Hal yang sering dilupakan bahwa kita berada di bawah kendali reputasi dalam hidup. Keterampilan teknis memang penting, tapi loyalitas, kejujuran, dapat diandalkan dan tepat waktu merupakan reputasi yang berharga. 

Tokoh yang bisa dicontoh adalah Nabi Muhammad. Ketika banyak orang yang doyan mengada-ada dengan dagangannya, beliau justru berbeda dengan menjunjung tinggi kejujuran. Bergelarlah beliau sebagai orang yang dipercaya dan kesuksesan dalam ekonomi pun diperolehnya. Luar biasa. 

Sila Kedua, Berani Berpikir Besar

Pendiri portal e-Commerce dunia Alibaba, Jack Ma, mengejutkan dunia ketika berhasil menjadikan Alibaba menjadi yang terbesar dan terpercaya. Awalnya ia hanya seorang guru dengan gaji kecil. Berpikir besar untuk menjadi pengusaha sukses dijalaninya dengan fokus dan penuh kesabaran. 

Sekali dalam seminggu, dalam satu jam, cobalah keluar dari rutinitas. Matikan gadget, email dan social media anda. Bayangkan gambaran besar diri anda kelak. Langkah apa yang bisa diambil di awal dan jalani secara konsisten. 

Sila Ketiga, Membangun Kapasitas

Bagian yang menjadikan seseorang kuat adalah berani mempercayai diri sendiri. Tidak masalah anda adalah seorang yang gugup dan pemalu. Itu bisa diperbaiki dan dipelajari. 

Temukan sesuatu yang anda sukai, fokuskan untuk mengembangkannya, lakukan evaluasi dan lagi-lagi jangan berhenti. Ikuti alur passion anda dan jadikan bernilai. 

Sila Keempat, Buat Karya dengan Modal Kecil Namun Hasil Besar

Apakah anda pernah mendengar John Landgraf, Presiden FX Network? Seorang yang berhasil di NBC, kemudian membuat banyak warisan berharga ketika berkarir di FX.

Ketika diwawancarai oleh New York Times, dia mengatakan, "Jika anda membuat satu acara yang sukses, anda mungkin beruntung. Namun, kami membuat setengaj lusin acara yang sukses. Kami melakukannya melalui taruhan bermodal kecil dengan hasil yang besar."

Sila Kelima, Rileks dan Bersenang-Senang

Saya ingat apa yang dikatakan Robin Sharma, penulis terkenal asal Kanada yang mengatakan, "Saya mendapat ide-ide terbaik saya, pemikiran-pemikiran yang telah mengangkat bisnis saya dan mengubah hidup saya secara revolusioner ketika saya rileks dan bersenang-senang."

Bahkan Albert Einstein pun menghabiskan banyak waktu untuk berlayar dan memunculkan sifat kekanak-kanakannya. Ide dan inovasi baru seringkali muncul ketika kita sekadar rileks di teras rumah atau minum kopi di kedai favorit. Percayalah, ini tidak membuang waktu.

Bagaimana menurut anda? 

 

Ditulis oleh: Herman

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Mahasiswa Universitas Bhayangkara Ajak Masyarakat Menjiwai Pancasila

Halaman: 
Admin : Riana