logo


SENSOR! Bikin Adegan Dramatis G30S/PKI Hilang

Banyak ditemui juga keluhan oleh warga bahwa di versi barunya banyak yang terpotong, tak mengerti jalan cerita dan kesan adegan dramatis tidak terasa

30 September 2017 22:59 WIB

sumber : serambiindonesia \n penyiksaan G30S/PKI
sumber : serambiindonesia penyiksaan G30S/PKI
dibaca 7099 x

Riuh film tentang G30S/PKI pasalnya banyak yang bilang lebih dapat feel-nya ketika melihat film yang asli. Apalagi adanya spekulasi penolakan dari beberapa pihak yang kontra tidak setuju dengan pembuatan film baru.

Banyak ditemui juga keluhan oleh warga bahwa di versi barunya banyak yang terpotong, tak mengerti jalan cerita dan kesan adegan dramatis tidak terasa. Di samping ketika disuguhi versi aslinya banyak yang menilai bahwa adegan di dalamnya benar adanya dan dramatis. Dan kendala ketika melihat ke film yang asli adalah tindakan penyensoran dalam adegan-adegan keji.

Hal ini juga dirasa kurang menarik bagi warga. Sebenarnya manfaat penyensoran ada baiknya melihat kualifikasi penonton yang tidak dibatasi usianya. Sehingga tindakan penyensoran ini dilakukan untuk menutup kemungkinan dari rasa kengerian dan menghindari dari jangkauan anak-anak agar tidak mencontoh adegan yang sama.


Nobar Film G30S/PKI dan Tanggung Jawab Orang Tua

Melihat antusiasme elemen masyarakat terutama anak-anak yang mendukung acara nonton bareng ini, Ketika diperlihatkan adegan penyiksaan oleh ketujuh Jenderal tertinggi ABRI yang sebelum dibunuh disiksa terlebih dahulu kemudian dimasukkan ke dalam sumur oleh pasukan Cakrabirawa di bawah kontrol PKI. Tapi sebenarnya, menurut saya baiknya versi lama tanpa sensor itulah yang patut asal itu jadi tontonan pelajar yang dapat menelaah makna penting yang tersirat di balik film itu. Perasaan ngeri dan emosional kita bakal kita rasakan dengan melihatnya.

Tapi di balik kengerian yang tergambar di film tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kejadian sebenarnya yang terpampang nyata yang dirasakan masyarakat di tahun 1965-an. Tujuan utama diputarkan kembali film ini yang pasti sebagai sarana edukasi dan merawat ingatan bangsa serta generasi muda agar paham akan bahayanya PKI.

Ditulis oleh: Amalia Khoirunnisa Syahida

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Cafe 289 Gelar Nonton Bareng Film G30S/PKI

Halaman: 
Admin : Riana