logo


India Jadi Mentor Indonesia untuk Energi Baru Terbarukan

Indonesia mengikuti arah yang benar dari India -- untuk bagaimana memanfaatkan sumber-sumber energi baru terbarukan.

29 September 2017 16:52 WIB

Kunjungan DPR ke India.
Kunjungan DPR ke India. Istimewa

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Indonesia dan India sama-sama memiliki visi untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), yaitu dengan memanfaatkan potensi sumber daya di negara masing-masing.

Namun fakta terkini, India sudah lebih maju dalam penerapannya. Sementara Indonesia baru memulai ke arah yang sudah dilakukan India.

"Inilah pentingnya mengusung kerjasama RI-India di sektor strategis yang bertumpu pada energi baru terbarukan di masa depan," demikian penjelasan Ketua Delegasi Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI, Satya Widya Yudha (F-PG), seusai bertatap muka dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Republik India, Raj Kumar Singh, di New Delhi, Selasa (26/9) lalu.


Investasi EBT Tetap Menjanjikan

Selain Satya Widya Yudha, juga turut dalam delegasi Indonesia, yaitu Bagus Adhi Mahendra Putra (F-PG), Anita Jacoba Gah (F-PD), Nur Hasan Zaidi (F-PKS), Djenri Alting Keintjem (F-PDIP), TB Soemandjaja (F-PKS) serta Andi Jamaro Dulung (F-PPP).

India lebih maju

Sektor EBT di India sudah lebih maju. Berdasarkan International Energy Statistics (2016), India telah menjadikan EBT sebagai sumber energi dengan presentase sebesar 19,11 persen dari total konsumsi yang didominasi dari energi tenaga air.

Saat ini, produksi EBT terus ditingkatkan, di mana pada 2016 kapasitasnya 40 GW dan ditargetkan pada 2022 menjadi 175 GW yang terdiri dari 100 GW (solar power), 60 GW (win power), 10 GW (bio power) dan 5 GW (hydro power).

Baru-baru ini Negeri Bollywood tersebut menggulirkan kebijakan program mobil listrik massal. Ditargetkan pada 2030 mendatang penjualan mobil baru semuanya berbasis tenaga listrik. Dalam waktu dekat juga, India akan meluncurkan 100.000 unit bis dan becak motor listrik di New Delhi.

"Kita harus bisa belajar dari India bagaimana pengembangan EBT sebagai energi masa depan untuk terus ditingkatkan kapasitasnya. Indonesia perlu komitmen lebih besar lagi menjadikan EBT sebagai energi utama ke depan karena kita memiliki potensi yang cukup besar," pungkas Satya.

Satya yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, menambahkan, pertemuan GKSB DPR RI dengan Menteri Energi dan Sumber Daya India merupakan bagian dari jalinan bilateral yang selama ini sudah berjalan baik. Di mana sebelumnya, pada Mei 2017 lalu Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan, berkunjung ke India dalam rangka penjajakan kerjasama di sektor energi.

Ada peluang cukup strategis yang bisa digarap dalam kerjasama RI-India tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Raj Kumar menyebutkan setidaknya ada 11 komitmen investasi dari India di sektor energi di Indonesia.

"Ada potensi kerjasama di sektor strategis yang harus ditindaklanjuti antar kedua negara. Sektor energi memiliki peluang yang cukup besar. Komitmen investasi India di Indonesia sangat ditunggu terlebih saat ini perdagangan antara India dan Indonesia masih surplus di pihak Indonesia," papar Satya.

 

Indo EBTKE ConEx 2017: Jonan Optimis Pengembangan EBT Akan Kompetitif dan Terjangkau

Halaman: 
Penulis : Riana,Yusran Edo Fauzi