logo


Catat: Masyarakat Indonesia Tak Setuju PKI Bangkit!

Secara politik, isu kebangkitan PKI tidak penting karena tak dirasakan adanya oleh hampir semua warga.

29 September 2017 12:04 WIB

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas menilai kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla terus mengalami kemajuan di dua tahun kepemimpinanya,namun ada beberapa sektor yang masih belum memenuhi harapan rakyat.
Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas menilai kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla terus mengalami kemajuan di dua tahun kepemimpinanya,namun ada beberapa sektor yang masih belum memenuhi harapan rakyat. khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Isu mengenai kebangkitan Partai Komunis Indonesia tidak disetujui oleh umumnya masyarakat Indonesia. Survei opini publik yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membuktikan 86,8 persen warga Indonesia tidak setuju dengan adanya anggapan bahwa PKI saat ini tengah bangkit.

Survei itu menyebut, hanya sekitar 12,6 persen warga yang setuju. Dari 12,6 persen warga yang setuju bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI, sekitar 39,9 persen (atau sekitar 5 persen dari seluruh warga) yang merasa kebangkitan itu sudah menjadi ancaman terhadap negara ini.

Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas, dalam paparannya menyatakan bahwa secara politik, isu kebangkitan PKI tidak penting karena tidak dirasakan adanya oleh hampir semua warga.

“Isu kebangkitan PKI yang ditujukan untuk memperlemah dukungan rakyat pada Jokowi tampaknya bukan pilihan isu strategis yang berpengaruh,” jelas Abbas melalui keterangan pers yang diterima Jitunews.com, Jumat (29/9/2017).

Survei dilakukan pada tanggal 3-10 September 2017 yang melibatkan 1.220 responden yang dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling untuk seluruh populasi Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau sudah menikah. Dengan tingkat response rate 87 persen, survei ini memiliki margin of error ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, pendapat yang menyatakan bahwa keadilan sosial akan dengan sendirinya menghilangkan ancaman PKI juga cenderung tidak disetujui umumnya masyarakat Indonesia.

Hanya 25 persen yang menyatakan bahwa kebangkitan PKI tidak akan mengancam bila keadilan sosial semakin baik. Sebaliknya, 36,6 persen justru tidak menyetujui pendapat tersebut. Masih ada 37,9 persen yang belum menentukan jawaban.

SMRC juga mensurvei keterkaitan isu PKI dengan Presiden Joko Widodo. Hasilnya membuktikan, hanya sekitar 5,1 persen publik Indonesia yang percaya dengan isu tersebut. Mayoritas publik (75,1 persen) tidak percaya Jokowi merupakan bagian atau terkait dengan partai yang dilarang sejak tahun 1966 tersebut.

Ketidaksetujuan pada isu kebangkitan PKI terlihat baik pada pendukung Prabowo-Hatta maupun pendukung Jokowi-JK. Namun begitu, irisan pendukung Prabowo dengan yang setuju isu kebangkitan PKI lebih besar dibandingkan dengan opini pendukung Jokowi.

Ada 19 persen pendukung Prabowo yang setuju isu tersebut, sementara dari pendukung Jokowi hanya 10 persen.

Hal ini konsisten dengan kecenderungan opini publik berdasarkan dukungan partai. Partai-partai yang memiliki kedekatan dengan Prabowo seperti PKS dan Gerindra memiliki kecenderungan setuju pada isu kebangkitan PKI dibandingkan dengan partai-partai pendukung pemerintah.

Di samping itu, opini tentang kebangkitan PKI cenderung lebih banyak di kalangan muda, perkotaan, terpelajar, dan sejumlah daerah tertentu, terutama Banten, Sumatera, dan Jawa Barat. Semua demografi ini beririsan dengan pendukung Prabowo.

“Harusnya yang lebih tahu bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI lebih banyak di kalangan warga yang lebih senior sebab mereka lebih dekat masanya dengan masa PKI hadir di pentas politik nasional (1945-1966) dibandingkan warga yang lebih junior (produk masa reformasi),” terang Abbas.

Abbas menyimpulkan bahwa opini kebangkitan PKI di masyarakat tidak terjadi secara alamiah, melainkan hasil mobilisasi opini kekuatan politik tertentu, terutama pendukung Prabowo. “Bila keyakinan adanya kebangkitan PKI itu alamiah maka keyakinan itu akan ditemukan secara proporsional di pendukung Prabowo maupun Jokowi, di PKS, Gerindra, dan partai-partai lain juga,” imbuh Abbas.

Tidak Bisa Bebas Unggah Foto-Foto 'Aneh', Ini Curhat Jokowi

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas