logo


Rita Widyasari: Cantik, Kontroversi Video Porno dan Ditangkap KPK

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari boleh dibilang memiliki jenjang karir yang cukup cemerlang di kancah perpolitikan. Wanita kelahiran Tenggarong, Kalimantan Timur 7 November 1973 itu merupakan Bupati Kutai Kartanegara selama dua periode, 201

27 September 2017 16:55 WIB

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari\nFoto: Facebook/Rita Widyasari
Bupati Kutai Kartanegara Rita WidyasariFoto: Facebook/Rita Widyasari
dibaca 9760 x

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari boleh dibilang memiliki jenjang karir yang cukup cemerlang di kancah perpolitikan. Wanita kelahiran Tenggarong, Kalimantan Timur 7 November 1973 itu merupakan Bupati Kutai Kartanegara selama dua periode, 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Rita adalah politisi Partai Golkar. Rita adalah putri dari Bupati Kukar terdahulu, Syaukani Hasan Rais. Syaukani memimpin Kukar setelah terpilih menjadi Bupati Kukar pada tahun 2005 silam.

Rita berparas cantik, juga cerdas. Ia menamatkan pendidikannya di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat.


Ini Dia Manfaat Minum Jus Jeruk Saat Sarapan

Rita merupakan Bupati perempuan pertama di Indonesia. Selama memimpin Kukar, Rita boleh dibilang cukup berprestasi. Buktinya, sejumlah penghargaan diraihnya.

Salah satunya adalah tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2015, dua tahun lalu.

Harus diakui, karir politik Rita memang bukan tanpa tantangan. Berbilang isu tak sedap pernah menghampiri karirnya. Salah satunya, isu video panas yang menampilkan Rita dan mantan kekasihnya.

Video itu beredar pertama kali di Kukar pada 2006, dan kembali ramai beredar pada awal tahun 2010, menjelang Pilkada Kutai Kartanegara, yangmana Rita juga termasuk salah satu kontestan peserta Pilkada.

Sejumlah sumber menunjukkan, video tersebut dibuat sekitar tahun 2000 di Bandung, Jawa Barat. Video berdurasi sekitar 45 menit itu diduga direkam di salah satu tempat penginapan di kawasan Setiabudi, Bandung, Jawa Barat.

Namun, karir politik Rita sama sekali tak terpengaruh oleh beredarnya video panas itu. Buktinya, Rita keluar sebagai pemenang dalam Pilkada Kukar tahun 2010, bahkan kembali menang pada Pilkada Kukar tahun 2016.

Izin Tambang Menggoda

Melalui Partai Golkar, karir politik Rita terus mengalami trend positif. Hal itu selain karena trah keluarga Rita yang juga cukup dikenal di Tenggarong yang memiliki popularitas yang cukup tinggi di Kaltim. Ia layak disebut salah satu tokoh politik asal Kaltim.

Namun sayang, semua itu harus runtuh seketika saat kasus dugaan korupsi dalam urusan izin usaha pertambangan di Kukar diendus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (25/9/2017). Rita kini jadi tersangka.

Soal dugaan gratifikasi dalam izin usaha pertambangan di Kukar memang bukan hal baru yang bagi publik, khususnya warga Kukar. Hal ini memang telah menjadi rahasia umum di Kukar seiring dengan menjamurnya investasi pertambangan di Kukar sejak 2010 silam.

Organisasi Masyarakat Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dalam laporannya merilis, pada 2009, pemkab Kukar mengeluarkan 93 Izin Usaha Pertambangan (IUP). Kemudian pada 2010, tahun saat kabupaten tersebut melaksanakan Pemilukada, tercatat 191 IUP baru dikeluarkan oleh Kabupaten Kutai Kartanegara, dua kali lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Kondisi itu, menurut Jatam adalah gambaran massifnya ijon politik Pilkada yang terjadi di daerah. Hal itu juga sejalan dengan paper Herry Purnomo yang berjudul “Kabut Asap, Penggunaan Lahan dan Politik Lokal” (2015) yang menegaskan bahwa ada keterkaitan erat antara Pilkada yang berlangsung di suatu wilayah dengan peningkatan jumlah titik panas kebakaran lahan. Hal ini menunjukkan bahwa Pemilukada erat pula kaitannya dengan “bagi-bagi” konsesi perizinan, di mana hal tersebut menyebabkan perubahan peruntukkan lahan secara massif.

Maka, cukup masuk akal jika apa yang menimpa Rita kini adalah terkait gratifikasi izin tambang. Mengingat, berbagai izin pertambangan Kukar yang membengkak jumlahnya itu terjadi pada masa kepemimpinannya.

Rita kini harus menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai tahapan hukum di KPK. Jika nanti terbukti bersalah, maka nasib Rita akan sama seperti ayahnya yang juga runtuh karir politiknya di tahanan KPK!

Ditulis oleh: Marselinus Gunas

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Sulit Konsentrasi Saat Mengemudi, Waspada Alzheimer

Halaman: 
Admin : Marselinus Gunas