logo


Gatot Membenarkan, Wiranto: Beli 500 untuk BIN

Wiranto mengatakan bahwa senjata tersebut bukan dari luar negeri, namun dipesan dari Pindad

25 September 2017 02:15 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Puspen TNI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menanggapi terkait rekaman suaranya yang menyebutkan ada institusi di luar militer yang memesan 5.000 senjata. Gatot membenarkan bahwa suara dalam rekaman itu adalah suaranya.

"Rekaman saya dengarkan saja, itu benar-benar omongan saya. Benar 1.000 persen itu omongan saya," kata Gatot di Mabes TNI, Minggu (24/9).

Gatot mengaku bahwa pembicaraan tersebut disampaikan pada acara pertemuan para purnawirawan TNI. 


Soal Pembuatan Film G30S/PKI Milenial, Wiranto: Langkah yang Rasional

"Saya tidak menanggapi, karena saya tidak buat press release. Tanya sama Pak Wiranto. Cek saja kan ada rekaman omongan saya," ujarnya.

Gatot juga enggan menindaklanjuti laporan yang dia terima dari intelijen.

"Kalau ditindaklanjuti jadi polemik lagi. Saya tidak pernah (mengeluarkan) press release. Nanti saya nanggepin lagi, susah dong," tegas Gatot.

Sementara itu, Menkopolhukam, Wiranto menggelar jumpa pers pada Minggu (24/9) sore terkait isu pembelian senjata tersebut. Wiranto mengatakan hanya 500 senjata yang dibeli dan digunakan untuk BIN.

"Setelah saya cek ini berhubungan dengan pembelian 500 pucuk senjata laras pendek buatan Pindad yang diperuntukkan sekolah intelijen BIN," ujar Wiranto saat jumpa pers, Minggu (24/9).

Wiranto mengatakan bahwa senjata tersebut bukan dari luar negeri, namun dipesan dari Pindad. Senjata dibeli bukan untuk institusi di luar kontrol pemerintah, namun untuk sekolah intelijen BIN.

"Pembelian atau pengadaan dari Pindad untuk senjata yang bukan standar TNI perlu minta izin. Bukan dari Mabes TNI, tapi cukup dari Mabes Polri dan sudah dilakukan," ujarnya.

"Karena itu kalau ada isu bahwa pembelian senjata ini atas persetujuan Presiden dan sebagainya, saya kira prosedur pembelian senjata jenis ini spesifik tidak perlu kebijakan Presiden khusus," tegas Wiranto.

Terkait 5000 Senjata Ilegal, Demokrat Sebut Gatot Langgar UU karena Ancam Menyerbu Polisi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata