logo


Sejumlah Manfaat Menyusui, Menurut Studi Bisa Juga Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Seorang peneliti epidemiologi di Universitas Oxford, Sanne Peters, mengatakan pemberian ASI dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung dengan mengubah metabolisme wanita setelah melahirkan.

16 September 2017 12:45 WIB

Ibu menyusui.
Ibu menyusui. sayangianak.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menyusui ternyata memiliki sejumlah manfaat bagi ibu dan juga bayi. Bayi yang mendapat Air Susu Ibu (ASI) biasanya cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, jauh dari ancaman asma dan alergi, serta terhindar dari infeksi telinga dan masalah pernapasan dibandingkan bayi yang tidak disusui. Beberapa data bahkan menunjukkan bahwa menyusui dapat berkontribusi pada IQ yang lebih tinggi dan juga bobot tubuh bayi ketika mereka mulai tumbuh nantinya.

Sementara itu, bagi sang ibu, menyusui dapat membantu menurunkan berat badan dan menurunkan risiko kanker jenis tertentu, termasuk payudara dan ovarium. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association juga menyebut bahwa menyusui dapat membantu ibu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, bahkan hingga kurun waktu satu dekade setelah melahirkan. Demikian dilansir dari laman Time.com, Sabtu (16/9).

Studi tersebut mempelajari paling tidak 290.000 perempuan di Tiongkok, yang memberikan informasi seputar berapa banyak anak yang dimiliki serta berapa lama mereka menyusuinya. Para peneliti kemudian memantau terus selama kurun waktu 10 tahun untuk melihat pola kesehatan para perempuan tersebut.


Waspada Penyakit Mastitis Ancam Ibu Menyusui

Hasilnya, perempuan yang menyusui bayinya memiliki tingkat risiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan wanita yang tidak menyusui. Perempuan yang memiliki lebih dari satu anak dan menyusui setiap bayi mereka selama dua tahun atau lebih menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 18 persen dan risiko stroke mereka, dibandingkan ibu yang tidak pernah menyusui. 

Seorang peneliti epidemiologi di Universitas Oxford, Sanne Peters, mengatakan pemberian ASI dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung dengan mengubah metabolisme wanita setelah melahirkan. 

Selama kehamilan, tubuh menumpuk dan mendistribusikan kembali lemak untuk memastikan bayi memiliki cukup nutrisi dan bersiap untuk merawat bayi dengan ASI nantinya.

"Perempuan yang tidak menyusui pada dasarnya memiliki cadangan metabolik yang tidak mereka butuhkan," kata Peters. Hal itu dapat menyebabkan kenaikan berat badan lebih banyak dan meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, seperti aterosklerosis dan kolesterol.

Selain Hemat Listrik, Tidur dalam Gelap Ternyata Juga Bagus buat Kesehatan lho

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari