logo


Ditinggalkan Warganya, 40% Desa Rohingya di Rakhine Kosong

Pemerintah Myanmar menyebut tindakan militer adalah tindakan yang diperlukan untuk melindungi dari aktivitas teroris di Rakhine State oleh militan Rohingya

15 September 2017 06:46 WIB

Pengungsi Rohingya.
Pengungsi Rohingya. Aljazeera

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Myanmar menyebut pengungsi Rohingya sengaja pergi meninggalkan Rakhine State karena adanya kegiatan teroris. Diketahui sudah lebih dari 370.000 warga Rohingya meninggalkan Rakhine State.

"Beberapa diantaranya terlibat langsung dengan aktivitas teroris dan beberapa diantaranya adalah simpatisan kelompok teroris," kata juru bicara Kantor Presiden Myanmar, Zaw Htay seperti dikutip dari CNN, Jumat (15/9).

Zaw mengatakan sudah hampir 40 persen dari semua desa Rohingnya di Rakhine sekarang kosong. Ada 34 desa lainnya yang sudah ditinggalkan oleh penduduknya. Sebelum peristiwa kekerasan ini terjadi, penduduk Rohingya diperkirakan ada sekitar satu juta jiwa.


Kemenko PMK Koordinasikan Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya

Namun, pada akhirnya banyak warga yang mengungsi ke tempat lain untuk melindungi dirinya agar tidak menjadi korban kekerasan. Beberapa dari mereka diduga meninggalkan tempat tinggalnya untuk menghindari penangkapan oleh polisi karena diduga punya hubungan dengan kelompok teroris.

Pemerintah Myanmar menyebut tindakan militer adalah tindakan yang diperlukan untuk melindungi dari aktivitas teroris di Rakhine State oleh militan Rohingya.

Persib Didenda Rp 50 Juta karena Tulisan 'Save Rohingya', Suporter Adakan #KOINUNTUKPSSI

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata