logo


Polri Selidiki Pondok Pesantren Tempat Bocah Petarung ISIS Belajar

Polri membenarkan adanya data tentang Hatf Saiful Rasul, bocah 11 tahun yang tewas dalam militan ISIS di Suriah

11 September 2017 17:55 WIB

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polri membenarkan adanya data tentang Hatf Saiful Rasul, bocah 11 tahun yang tewas dalam militan ISIS di Suriah. Saat ini Densus 88 Antiteror sedang menyelidiki pihak Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud, tempat Hatf menimba ilmu.

"Kita baru tahu bahwa anak itu dari salah satu pesantren di Bogor itu. Densus 88 lagi melakukan penyelidikan karena dari pondok pesantren sendiri membantah, mengatakan tidak mendukung ISIS," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Senin (11/9).

Setyo menjelaskan penyelidikan dilakukan karena Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud pernah memberangkatkan beberapa siswa dan pembinanya ke Timur Tengah. Ada atau tidaknya gerakan radikal dalam pondok pesantren tersebut karena mengingat ada salah satu guru yang melakukan pembakaran terhadap umbul-umbul merah putih.


Teroris Berwajah Imut

"Ada beberapa siswa dan pembinanya kan yang berangkat. nanti kita dalami (kaitan ponpes dengan keberangkatan ke Timur Tengah). Pesantren itu juga kan beberapa waktu lalu gurunya melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih, nanti didalami," jelas Setyo.

Dilansir dari Reuters, Hatf mengunjungi ayahnya, Syaiful Anam di penjara berpengamanan tinggi di Timur Tengah. Hatf sendiri pernah memberitahukan kepada ayahnya bahwa teman-teman dan guru-guru dari pondok pesantren telah pergi berperang untuk ISIS. 

Syaiful Anam mengatakan sekolah tempat Hatf belajar dikelola oleh "kawan-kawan seperjuangan yang menyebarkan ideologi kami". PAda tahun 2015, Hatf pergi ke Suriah dan bergabung dengan petarung dari Prancis. 

Bocah 11 tahun itu dikabarkan tewas akibat serangan udara. Tiga petempur ISIS asal Indonesia di kota Jarabulus Suriah ikut tewas.

Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Bebas Tanpa Tebusan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata