logo


Ilmuwan Inggris Ciptakan Kentang Rekayasa Genetika

Kentang ini dapat tumbuh subur meskipun tumbuhannya terkena penyakit busuk daun.

19 Desember 2014 05:42 WIB

Kentang rekayasa genetika
Kentang rekayasa genetika

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ilmuwan Inggris telah mengembangkan kentang hasil rekayasa genetika yang tahan terhadap ancaman penyakit busuk daun. Sebuah penelitian selama tiga tahun menunjukkan bahwa kentang ini dapat tumbuh subur meskipun tumbuhannya terkena penyakit busuk daun.

Penyakit ini telah menjadi wabah bagi para petani selama beberapa generasi dan memicu kelaparan karena kekurangan kentang di Irlandia pada 1840-an.

Persetujuan Uni Eropa dibutuhkan sebelum penanaman komersial kentang hasil rekayasa genetika ini dilakukan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society B.


Pang David, Temukan Formula Organik Hasilkan Daging Sehat

Kentang sangat rentan terhadap penyakit tumbuh-tumbuhan, jamur juga menjadi masalah karena menyukai habitat yang basah dan lembab yang terjadi selama musim tanam di Eropa.

Cepatnya penyebaran infeksi dan besarnya dampak buruk pada tanaman ini telah menjadi ancaman bagi enam juta ton kentang yang diproduksi di Inggris setiap tahunnya. Petani harus terus waspada dan menyemprotkan hingga 15 kali satu musim untuk melindungi tanaman dari penyakit.

Sebagai bagian dari penyelidikan Uni Eropa terhadap potensi bioteknologi untuk melindungi tanaman, para ilmuwan di John Innes Centre dan Laboratorium Sainsbury memulai penelitian dengan kentang busuk pada tahun 2010. Penelitian kentang hasil rekayasa telah berlangsung selama tiga tahun.

Para peneliti menambahkan suatu gen dari kerabatnya di Amerika Selatan, yang membantu pertahanan alami melawan penyakit tumbuhan, pada kentang Desiree.

Para ilmuwan yang terlibat mengatakan bahwa penggunaan teknik penambahan gen ekstra ini sangat penting dalam pengembangan pertahanan alami tumbuhan terhadap penyakit.

Profesor Jonathan Jones, penulis utama makalah penelitian dari Laboratorium Sainsbury, mengatakan “saya pikir lebih baik untuk mengendalikan penyakit dengan genetika dibandingkan dengan kimia.”

Saatnya Bantu Petani dan Berinvestasi Melalui Crowde

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid