logo


Hakim dan Panitera Pengganti Dicopot, Ketua PN Bengkulu Dapat Teguran Keras dari MA

Mahkamah Agung akan terus berkomitmen dan menjalin kerja sama dengan KPK untuk memberantas korupsi

8 September 2017 02:43 WIB

Badan Pengawas MA, Sunarto dan Ketua KPK, Agus Rahardjo
Badan Pengawas MA, Sunarto dan Ketua KPK, Agus Rahardjo Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM KPK menangkap Hakim PN Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana dan Panitera Pengganti, Hendra Kurniawan pada Kamis (7/9) dini hari. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap terkait perkara yang sedang ditanganinya.

Mahkamah Agung kemudian mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan keduanya. Tidak hanya Suryana dan Hendra yang mendapatkan sanksi, tapi juga memberikan teguran keras kepada Ketua PN Bengkulu dan Panitera.

"MA juga menonaktifkan sementara Ketua PN Bengkulu selaku atasan langsung hakim tersebut, dan juga Panitera PN Bengkulu sebagai atasan panitera tersebut. Jadi atasan langsung harus ikut bertanggung jawab," kata Badan Pengawas MA, Sunarto dalam jumpa pers di KPK, Kamis (7/9).


Kronologi Penangkapan Hakim Tipikor di Bengkulu

Badan Pengawas MA akan melakukan pemeriksaan terhadap ketua dan Panitera PN Bengkulu. Pemeriksaan tersebut terkait dengan peran pengawasan dan pembinaan terhadap anak buahnya.

"Apakah yang bersangkutan sudah memberikan pembinaan dan pengawasan yang layak terhadap anak buahnya. Kalau enggak terbukti, kita akan rehabilitasi dan kembalikan ke posisi semula," jelasnya.

"Tapi kalau Ketua PN yang dinonaktifkan tidak memberikan pembinaan yang layak terhadap anak buahnya maka nonaktif dari jabatan itu akan diteruskan secara permanen," lanjutnya.

Humas MA, Abdullah, mengatakan pihaknya terus berkomitmen dan menjalin kerja sama dengan KPK untuk memberantas korupsi.

"Ini komitmen kami yang sudah demikian tinggi, mudah-mudahan kerja sama dengan KPK semakin hari semakin meningkat," kata Abdullah.

Trik Penyerahan Suap kepada Hakim Tipikor Bengkulu

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata