logo


Kronologi Penangkapan Hakim Tipikor di Bengkulu

KPK menetapkan seorang hakim dan panitera Tipikor di Bengkulu sebagai tersangka atas dugaan suap

8 September 2017 01:12 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - KPK menetapkan seorang hakim dan panitera Tipikor di Bengkulu sebagai tersangka atas dugaan suap. Suap tersebut dimaksudkan untuk meringankan vonis atas kasus korupsi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Bengkulu dengan terdakwa Wilson.

Pada kasus tersebut Wilson divonis 1 tahun 3 bulan penjara. Suap yang diberikan oleh SI kepada hakim Suryana sebesar Rp 125 juta.

Ketua KPK, Agus Rahardjo bersama Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, Badan Pengawas MA, Sunarto, serta Jubir KPK, Febri Diansyah, menggelar jumpa pers di kantor KPK, Kamis (7/9).


OTT di Bengkulu, Ketika Pegawai Pengadilan Tipikor Malah Terindikasi Lakukan Tindak Korupsi

Agus kemudian menceritakan kronologi penangkapan di Bengkulu. Pada tanggal 5 September 2017, KPK menemukan adanya penarikan tunai dari BTN sebesar Rp 125 juta. Esok harinya sekitar pukul 21.00 WIB, KPK mengamankan DHN (pensiunan panitera), S (PNS), dan D (swasta) di rumah DHM di Bengkulu. Di sana KPK menemukan kuitansi bertuliskan panjar pemberian mobil.

Pada tanggal 7 September 2017 sekitar pukul 00.00 WIB, KPK mengamankan HKU (panitera pengganti) di rumahnya di Bengkulu. KPK menyita uang Rp 40 juta yang dibungkus kertas koran di dalam kantong kresek hitam di rumah SI (keluarga terdakwa) di Bengkulu, sementara SI ditangkap di Hotel Santika, Bogor kemarin siang.

Sekitar 02.46 WIB, KPK mengamankan DSU (Dewi Suryana) yang merupakan hakim Tipikor di rumahnya di Bengkulu.

"Total lima orang yang dibawa ke Polda Bengkulu, diperiksa dan dibawa ke KPK untuk diproses," kata Agus di kantornya, Kamis (7/9).

Setelah SI ditangkap, total ada 6 orang yang dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Kemudian KPK menetapkan 3 orang tersangka, yakni DSU, HKU, dan SI. 

Terjaring OTT, Seorang Hakim dan Panitera Tipikor Bengkulu Jadi Tersangka

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata