logo


Terjaring OTT, Seorang Hakim dan Panitera Tipikor Bengkulu Jadi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu dan mengamankan sejumlah orang, salah satunya seorang hakim Pengadilan Tipikor, Suryana

8 September 2017 00:29 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu dan mengamankan sejumlah orang, salah satunya seorang hakim Pengadilan Tipikor, Suryana. Suryana diduga menerima suap terkait perkara Tipikor yang ditangananinya.

KPK menetapkan Suryana dan Hendra Kurniawan, Panitera Pengganti pada Pengadilan Tipikor Bengkulu. Keduanya diduga menerima suap sebesar Rp 125 juta. SI, pihak yang diduga memberikan uang kepada Suryana dan Hendra Kurniawan juga ditetapkan sebagai tersangka.

"KPK meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan serta menetapkan 3 orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di kantornya, Kamis (7/9).


Lagi, Hakim dan Panitera Kena OTT KPK

Uang sebesar Rp 125 juta tersebut diduga untuk meringankan vonis perkara dugaan korupsi pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Bengkulu dengan terdakwa Wilson.

Suryana dan Hendra disangka melanggar Pasal 12 huruf c dan atau Pasal 11 Undang Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan SI sebagai pemberi suap, disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau pasal 6 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

OTT di Bengkulu, Ketika Pegawai Pengadilan Tipikor Malah Terindikasi Lakukan Tindak Korupsi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata