logo


Jonru Masih 'Berulah' di Medsos Pasca Dilaporkan, Guntur Romli Desak Polisi Lakukan Ini

Menurut Guntur, aksi Jonru di medsos tersebut merupakan fitnah dan sebagai bentuk penghinaan terhadap keluarga Muannas

7 September 2017 11:27 WIB

Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli google

JAKARTA, JTIUNEWS.COM - Selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) yang diduga dilakukan oleh Jonru Ginting, Rabu (6/9) malam kemarin, Mohamad Guntur Romli pun mendesak aparat Kepolisian untuk segera menahan Jonru.

Pasalnya, kata Guntur, Jonru tidak jera setelah dilaporkan, malah ia tetap saja berulah di medsos. Terakhir, Jonru diketahui mengunggah status dengan memelesetkan nama Muannas Al Aidid.

"Saya sendiri juga meminta Polri untuk menahan, menangkap Saudara Jonru Ginting, karena setelah dia dilaporkan, dia tidak berubah, bahkan dalam statusnya pada hari Senin jam 11.20 WIB, Jonru Ginting ini memelesetkan nama Muannas Al Aidid menjadi 'si Aidit," tandas Guntur.


Enggan Beberkan Alasan Copot Razman, Jonru: Bukan Konsumsi Publik

Tidak berhenti di situ, lanjut Guntur, setelah Jonru mengunggah status tersebut, lalu muncul meme terkait Muannas Al Aidid yang mengaitkannya dengan pemimpin PKI, Dipa Nusantara Aidit. Guntur menyebut ini fitnah yang kembali disebarkan oleh Jonru.

"Sehingga ada meme yang tersebar dikaitkan dengan keturunan Aidit pendiri PKI, itu kan fitnah lagi," tuturnya.

Menurut Guntur, aksi Jonru di medsos tersebut merupakan fitnah dan sebagai bentuk penghinaan terhadap keluarga Muannas. Pernyataan Jonru tersebut pun berpotensi menimbulkan perpecahan, karena itulah Jonru harus segera ditahan.

Sementara itu, Muannas mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan Guntur Romli dan Slamet Abidin sebagai saksi terkait ujaran kebencian yang diduga dilakukan Jonru di media sosial. Keduanya diperiksa selama kurang lebih lima jam dan dicecar sekitar 20 pertanyaan.

Diwartakan sebelumnya, Jonru Ginting dilaporkan oleh Muannas ke polisi pada hari Kamis, tanggal 31 Agustus 2017 lalu. Alasan Muannas memolisikan Jonru adalah karena yang bersangkutan menuding PBNU telah menerima Rp 1,5 triliun sebagai sogokan penerbitan Perppu Ormas.

Jonru kembali dilaporkan atas perkara yang sama oleh seseorang bernama Muhammad Zakir pada hari Senin, tanggal 4 September 2017 lalu. Jonru dipolisikan karena dinilai mengunggah konten-konten digital di media sosial Facebook yang menyerang Presiden Joko Widodo.

Pasal yang digunakan para pelapor untuk menjerat Jonru adalah Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Bantah Pernyataan Razman, Jonru Ginting Unggah Bukti Surat

Halaman: 
Penulis : Riana