logo


AJI Jakarta Nilai Tindakan Brigjen Aris Budiman Telah Mengancam Kebebasan Pers

Pers berperan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.

7 September 2017 10:49 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam langkah Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi, Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman, yang mengadukan Tempo, Kompas TV, dan portal berita Inilah.com ke Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

"Tindakan Aris ini berpotensi mengancam kebebasan pers dan menghambat terpenuhinya hak masyarakat untuk memperoleh berita yang akurat. Jurnalis dan media yang mencari bahan berita hingga menerbitkan berita dilindungi oleh Undang-Undang Pers," kata Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim, Rabu (6/9) malam.

Nurhasim menilai pengaduan Aris ke polisi sangat bertentangan dengan UU Pers. Sebab, salah satu fungsi pers adalah media informasi dan kontrol sosial terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, termasuk mengawasi Komisi Pemberantasan Korupsi dan pejabat KPK. Pers juga berperan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.


Jarang Lihat Aris Marah, Kombes Adi: Kalau Sampai Marah Artinya...

"Dalam melaksanakan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum. Jurnalis yang menjalankan tugasnya tidak bisa dipidanakan karena mereka bekerja untuk kepentingan umum," ujarnya.

Selain itu, jurnalis juga bekerja dengan panduan Kode Etik Jurnalistik. Pasal 4 UU Pers juga menyatakan kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

"Kalau jurnalis dan karya jurnalistik media-media tersebut dikriminalkan dan diproses hukum oleh polisi, itu sama saja merampas hak asasi warga negara. Jurnalis adalah kepanjangan tangan warga negara untuk mendapat hak asasinya berupa kemerdekaan pers," kata dia.

Menurut Nurhasim, Aris mestinya menempuh mekanisme seperti yang diatur dalam UU Pers untuk menyelesaikan masalah pemberitaan melalui hak jawab dan hak koreksi.

"Bila merasa dirugikan oleh pemberitaan, silakan protes ke media yang mempublikasikan berita tersebut," katanya.

Apabila mekanisme tersebut tidak menyelesaikan masalah, Aris bisa mengadukan ke Dewan Pers untuk dimediasi.

"Prosesnya begitu di negara demokrasi Indonesia. Jadi, bertahap dan berjenjang," pungkasnya.

Dipolisikan Aris Budiman, Begini Respons Novel Baswedan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex