logo


KKP Restocking Ribuan Ikan Nemo dan Kuda Laut di Pulau Tegal Lampung

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah gencar melakukan restocking – melepas bibit berbagai jenis ikan ke perairan alam untuk tujuan populasi berkelanjutan.

6 September 2017 13:57 WIB

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto melakukan penebaran ribuan benih ikan hias di Pulau Tegal Lampung
Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto melakukan penebaran ribuan benih ikan hias di Pulau Tegal Lampung Dok. DJPB-KKP

BANDARLAMPUNG, JITUNEWS.COM - Puluhan juta ikan dari berbagai jenis dilepas ke perairan danau, sungai dan laut. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan spesies di alam dan memastikan kelestariannya.

Seperti pada Selasa (5/9) kemarin, KKP kembali melepaskan sekitar 15.000 ekor ikan laut dari berbagai jenis ke perairan Pulau Tegal, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Rincian jenis ikan yang dilepas, yaitu 3.500 ekor ikan hias laut terdiri dari 1.500 ekor ikan hias Nemo dan 2.000 ekor Kuda Laut. Selain itu juga dilepas 11.000 ekor ikan Kakap Putih dan 500 ekor ikan Kerapu Macan.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto; Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona; dan Mimid Abdul Hamid (Kepala BBPBL Lampung), serta pejabat TNI Angkatan Laut serta masyarakat.


KKP Siapkan 2 Laboratorium Kesehatan Ikan Acuan Kelas Dunia

Slamet Soebjakto mengatakan, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sangat konsen untuk pelestarian sumberdaya perikanan. Agar pembangunan perikanan saat ini tidak boleh mengorbankan kepentingan generasi akan datang. Maka pengelolaan perikanan secara berkelanjutan bisa menjamin keseimbangan antara kepentingan ekologi, sosial dan ekonomi.

Di sisi lain, Slamet menilai, saat ini ada kecenderungan terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap spesies-spesies bernilai ekonomis tinggi, utamanya komoditas ikan hias air laut. Sehingga KKP sebagai institusi teknis di sektor kelautan dan perikanan bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan biodiversity sumberdaya yang ada di perairan.

Slamet juga mengingatkan, bahwa Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, selalu menekankan pentingnya menjamin aspek keberlanjutan dalam pengelolaan perikanan. Kegiatan perekayasaan perbenihan yang berkembang di UPT (Unit Pelaksana Teknis) didorong untuk pengembangan spesies-spesies lokal yang mulai terancam untuk selanjutnya melakukan restocking ke perairan alam.

Saat ini status teknologi pembenihan di beberapa unit pelaksana teknis (UPT) menunjukkan hasil memuaskan. Slamet pun memberikan gambaran bagaimana berbagai spesies ekonomi tinggi seperti ikan hias yang dulunya masih tergantung dari tangkapan alam, saat ini telah mampu dibenihkan secara massal. Spesies tersebut antara lain ikan hias Banggai Cardinal Fish dan Mandarin Fish yang telah mampu dibenihkan secara massal melalui Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut/BBPBL Ambon, kemudian ikan hias Nemo dan Kuda Laut yang mampu dikembangkan oleh BBPBL Lampung dan berbagai spesies ekonomi penting lainnya.

"Saya rasa ini perkembangan yang menggembirakan. Indonesia dengan keragaman plasma nutfah dengan nilai ekonomi tinggi harus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Prinsip save, study and use, saya rasa akan terus kita dorong melalui UPT yang ada. Saya juga mendorong UPT memiliki kekhasan tersendiri terkait varian komoditas yang akan dikembangkan," imbau Slamet.

Terkait dengan itu, Slamet mengharapkan agar pemerintah daerah segera membuat peraturan daerah untuk melindungi perairan yang menjadi habitat ikan dan cara penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Sedangkan kepada nelayan, Slamet mengimbau agar turut aktif menjaga plasma nutfah dengan cara tidak merusak lingkungan, menghindari penggunaan alat tangkap tak ramah lingkungan, bahan peledak atau kimia. Dengan begitu berarti masyarakat telah sejalan dan ikut mendukung kebijakan KKP yang gencar melakukan restocking ikan di alam.

Kepala BBPBL Lampung, Mimid Abdul Hamid mengungkapkan, bahwa BBPBL Lampung terus berupaya melakukan perekayasaan teknologi perbenihan baik untuk komoditas yang dikembangkan masyarakat maupun bagi spesies ekonomis penting yang mulai terancam punah.

"Kami saat ini fokus untuk kembangkan spesies-spesies ekonomis penting di samping untuk tujuan ekonomi, juga untuk kepentingan pelestarian keragaman jenis di alam. Sesuai arahan Pak Dirjen, BBPBL Lampung siap menjadi garda paling depan dalam pengembangan komoditas ikan laut di Indonesia," ujar Mimid, seraya menjelaskan dipilihnya perairan Pulau Tegal sebagai tempat ditebarnya ribuan ikan karena disesuaikan dengan habitat aslinya.

Di mana di perairan tersebut terdapat terumbu karang, tubir yang terdapat berbagai macam karang dan di belakangnya terdapat tutupan padang lamun. Selain itu, khusus ikan hias membutuhkan perairan yang dangkal dan tenang.

Bantuan untuk masyarakat

Sementara itu, untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha budidaya, Ditjen Perikanan Budidaya melalui BBPBL Lampung menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan. Bantuan langsung senilai lebih kurang Rp 4,8 miliar ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya di Lampung, pada Selasa (5/9).

Jenis bantuan tersebut masing-masing untuk Kabupaten Pesawaran dengan rincian sebanyak 138 ribu ekor benih ikan Bawal Bintang, Kerapu dan Kakap, serta 108 ton pakan ikan, 15 unit bagan untuk alat tangkap ikan Rucah, sebanyak 15 paket obat-obatan dan vitamin serta peralatan kerja sebanyak 20 buah.

Sedangkan untuk Kabupaten Lampung Selatan dengan rincian sebanyak 32 ribu ekor benih ikan Kerapu, Bawal Bintang dan Kakap, 23,8 ton pakan, empat unit bagan alat tangkap ikan Rucah dan sebanyak empat paket obat-obatan serta vitamin ditambah peralatan kerja sejumlah 12 buah.
Selain itu, BBPBL Lampung telah merealisasikan bantuan lainnya, yaitu masing-masing bantuan pakan mandiri sebanyak enam ton dan bibit rumput laut hasil kultur jaringan sebanyak 14,3 ton ke berbagai kelompok pembudidaya ikan di Lampung.

"Saya berharap dukungan pemerintah ini betul-betul dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga secara langsung memberikan impact positif bagi peningkatan produktivitas dan kapasitas usaha budidaya masyarakat," tutur Slamet di depan ratusan pembudididaya yang hadir di Auditorium BBPBL Lampung.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, menyampaikan apresiasi pada KKP yang memberikan perhatian tinggi bagi pengembangan perikanan budidaya di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Pesawaran.

Ia mengungkapkan dampaknya sangat besar. Ini bisa terlihat dari aktivitas usaha budidaya yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

"Dukungan KKP memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha budidaya di masyarakat. Saya berharap, masyarakat memanfaatkannya dengan baik, dan akan menjadi stimulus bagi peningkatan kapasitas usaha yang ada selama ini," ungkap Dendi.

Atasi Penyakit Ikan, KKP Optimis Produksi Perikanan Budidaya Terus Meningkat

Halaman: 
Penulis : Riana,Yusran Edo Fauzi