logo


Sri Mulyani Paparkan Penggunaan Utang Negara untuk Infrastruktur

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut sebagian utang negara untuk membiayai infrastruktur, seperti Mass Rapid Transportation (MRT), waduk, dan jalur kereta api

5 September 2017 06:52 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut sebagian utang negara untuk membiayai infrastruktur, seperti Mass Rapid Transportation (MRT), waduk, dan jalur kereta api. Dana yang dikeluarkan untuk MRT sendiri saja mencapai Rp 24 triliun.

"Ini (MRT) akan mengangkut secara massal 420 ribu orang perhari," ucap Sri Mulyani, Senin (4/9).

Menurutnya, pembangunan MRT akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi 42 ribu orang selama masa konstruksi. Setelah MRT selesai dibangun, bahan bakar yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor juga akan berkurang.


Sri Mulyani Jamin Penerimaan Negara dari Freeport Bakal Lebih Besar

"Waktu tempuh Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia 30 menit, jadi bensin bisa berkurang dari yang selama ini macet," lanjutnya.

Tidak hanya MRT, pemerintah juga mengeluarkan dana pinjaman sebesar Rp 4 triliun untuk membangun waduk Jatigede. Sedangkan untuk pengembangan kereta api di Indonesia, pemerintah menggunakan dana pinjaman sebesar Rp 7 triliun untuk menghasilkan jalur lintas batas.

"Ini juga akan mewujudkan zero accident karena double track. Jadi tidak ada tabrakan antara kepala dengan kepala karena ada jalur sendiri," terang Sri Mulyani.

Hingga saat ini, sekitar 62 persen dari total pinjaman negara per Juli 2017 sebesar Rp 3.780 triliun berasal dari masyarakat Indonesia, yakni dari dana kelolaan bank, reksa dana, asuransi, dan dana pensiun (dapen). Dana itu berasal dari pembelian Surat Utang Negara (SUN) yang dijual melalui berbagai instrumen investasi.

Sri Mulyani Pilih Bungkam Soal Divestasi Saham Freeport

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata