logo


Soal Saham Freeport, Jokowi: Kalau Negosiasi Tidak Ngotot ya 9% Lagi

Presiden mengungkapkan banyak prestasi yang dicapainya selama 3 tahun masa pemerintahannya

5 September 2017 02:30 WIB

Presiden RI Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo. Gettyimages

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengungkit kembali soal keberhasilan pemerintah Indonesia memaksa PT Freeport Indonesia mau mendivestasikan sahamnya sebesar 51 persen. Jokowi mengatakan jika pemerintah tidak memaksa, Indonesia tetap hanya memiliki 9,36 persen saham Freeport.

"Kemudian Freeport, berapa tahun kita. Masa dibeli 9 persen saja diam. Ini negosiasi 2,5 tahun. Yang 6 bulan ke belakang itu intensif, ya kalau negosiasi tidak ngotot ya 9 persen lagi," kata Jokowi dalam Rakernas III Projo di Gading Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/9).

Tidak hanya tentang Freeport, Jokowi juga mengatakan perusahaan BUMN PT Pertamina (Persero) berhasil menjadi pemegang 100 persen Blok Mahakam di Kalimantan Timur.


Indonesia Bantu Rohingya dengan Kirimkan 10 Kontainer Makanan dan Obat

"Kemudian Blok Mahakam itu sudah 100 persen kita berikan ke Pertamina. Yang dulunya dikerjakan oleh Inpex Jepang dan Total dari Perancis. Tapi itu, kalau sudah kita berikan itu, Pertaminanya siap enggak, teknisnya siap tidak, sekali lagi mayoritas saham harus dimiliki Indonesia. Masa 1 persen saja enggak diberi, diam saja bertahun-tahun yang Mahakam," ungkap Jokowi.

Presiden mengungkapkan banyak prestasi yang dicapainya selama 3 tahun masa pemerintahannya. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Kabinet Kerja terus bekerja, tidak hanya diam di tempat.

"Projo juga diam saja gitu. Banyak hal yang perlu disampaikan ke masyarakat. Tapi kalau saya ke daerah enggak sampai. Sudah 19 juta kita sudah berikan KIP (Kartu Indonesia Pintar). Harusnya ini sampai komunikasi itu. Relawan Projo harus menyampaikan hal-hal seperti ini jangan sampai ada yang ngeklaim-klaim, yang lain klaim repot nanti. Harus disampaikan hal seperti ini," kata Jokowi.

Jokowi Perintahkan Menlu Terbang ke Myanmar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata