logo


Jadi Penengah Konflik Rohingya, Komunikasi Indonesia dengan Myanmar dan Bangladesh Dinilai Penting

Anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty, mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi, yang telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Myanmar.

4 September 2017 13:58 WIB

Beberapa perempuan Muslim di dekat kota Thandwe, Burma barat menangis setelah kehilangan rumahnya akibat dibakar warga dalam kekerasan sektarian
Beberapa perempuan Muslim di dekat kota Thandwe, Burma barat menangis setelah kehilangan rumahnya akibat dibakar warga dalam kekerasan sektarian Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty, mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi, yang telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Myanmar guna membahas krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk mencairkan kebuntuan dan fokus kepada penghentian kekerasan terhadap kaum Muslim yang ada di Myanmar tersebut.

"Kita punya keinginan agar aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh siapa pun di sana tidak berlanjut. Dan saya ingin tegaskan perlunya solusi yang komprehensif untuk jangka panjang terkait Rakhine State. Langkah cepat Menlu Retno dengan menjalin komunikasi dengan pemerintah Myanmar dan negara tetangga Bangladesh sangat penting," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (4/9).


Zulkifli Hasan Sebut Persoalan Rohingya Murni Krisis Kemanusiaan, Bukan Agama

Politisi PDIP ini berharap Indonesia menjadi penengah yang tepercaya dan sekaligus sebagai pemain utama dalam penyelesaian jangka panjang.

"Dunia akan melihat peran penting Indonesia di sini. Sekjen PBB, Antonio Guterres, dan Komisi Penasihat Khusus untuk Rakhine State, Kofi Annan, telah melihat posisi ini. Dalam hal ini saya juga bersyukur atas jalinan komunikasi yang intens dilakukan Kemlu RI," pungkasnya.

Evita Nursanty: Indonesia Sudah Lakukan Aksi Nyata untuk Bantu Muslim Rohingya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari