logo


Dede Yusuf Minta ASEAN Atasi Konflik Rohingya

Menurutnya, Indonesia harus berunding dengan ASEAN untuk melakukan pendekatan dengan Myanmar agar kejahatan terhadap minoritas Rohingya cepat terselesaikan

4 September 2017 05:26 WIB

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf.
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf, meminta pemerintah untuk mengatasi konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Bersama ASEAN, Indonesia diharapkan bisa menyelesaikan pelanggaran HAM berat tersebut.

"Prinsipnya Indonesia itu di ASEAN disebutnya The Big Brother. Artinya tertua dalam konteks ini. Saat Pak SBY (masih Presiden), Indonesia saat di ASEAN selalu diajak berunding. Kita tahu waktu Singapura, Malaysia, Indonesia, punya waktu untuk lobi-lobi," kata Dede di Hotel Bidakara, Minggu (3/9).

Menurutnya, Indonesia harus berunding dengan ASEAN untuk melakukan pendekatan dengan Myanmar agar kejahatan terhadap minoritas Rohingya cepat terselesaikan.


Prihatin dengan Rohingya, PKS Galang Dana dan Bentuk Crisis Center

"Ketika terjadi pembantaian kita harus menjadi leading brother. Kita ajak Malaysia, Thailand, Brunei untuk duduk bersama. Lalu lakukan semacam pendekatan kepada Myanmar. Karena bagaimana pun juga Indonesia ini tidak akan menjadi G20 kalau di ASEAN sendiri tidak memiliki posisi tawar," terang Dede Yusuf.

Kabarnya, sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, demi menghindari konflik kembali pecah di Rakhine. Konflik dipicu bentrokan miliiter Myanmar dengan militan lokal yang bernama Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Pada pertempuran sengit yang berlangsung selama 8 hari tersebut, militer Myanmar menyebut 370 teroris tewas dan 9 lainnya ditangkap hidup-hidup. Sementara itu, 15 personel militer Myanmar dan 14 warga sipil tewas.

Fahri Hamzah 'Kenang' Momen di Myanmar Tahun Lalu Terkait Rohingya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata