logo


Pemuka Agama Negara ASEAN, Ayo Selamatkan Myanmar

semua pemuka agama seluruh negara ASEAN bersama-sama menekan pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan dan pembunuhan massal terhadap muslim Rohingya.

3 September 2017 17:43 WIB

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar saat berkunjung ke Wihara Dharma Bkati (Cin Te Yen), Jalan Kemenangan, nomor 3, Glodok, Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar saat berkunjung ke Wihara Dharma Bkati (Cin Te Yen), Jalan Kemenangan, nomor 3, Glodok, Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017).
dibaca 505 x

Semua pemuka agama di negara-negara anggota ASEAN sebaiknya menyerukan kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan tindakan kejam terhadap warganya sebagaimana yang tengah terjadi kini. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar saat berkunjung ke Wihara Dharma Bkati (Cin Te Yen), Jalan Kemenangan, nomor 3, Glodok, Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017).

Dalam kesempatan itu, Cak Imin, sapaan Muhaimin, menghimbau agar seluruh negara anggota ASEAN turut membantu masyarakat Rohingya agar bebas dari kekerasan yang dilakukan militer Myanmar.


Kabar Ibadah Haji: 16 Jemaah Indonesia Wafat di Arafah dan 38 di Mina

"Kami merajut persaudaraan dan solidaritas untuk warga Rohingya yang aedang mendapatkan musibah berupa kekerasan bahkan pembunuhan. Kami juga mengajak warga dari berbagai agama membangun kebersamaan, dan mendorong kekuatan di ASEAN bahkan di Asia untuk menekan pemerintah Myanmar yang telah bertindak bengis dan kejam kepada masyarakatnya sendiri," tegas Muhaimin.

Muhaimin lantas mengajak semua pemuka agama seluruh negara ASEAN agar turut mendesak pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan dan pembunuhan massal terhadap warga Rohingya.

"Kami ajak tokoh agama di ASEAN untuk bersama menekan PBB untuk memberikan tekanan kepada pemerintah Myanmar. Pertama dengan membentuk pasukan kemanusiaan dan membuka akses bantuan," kata Muhaimin.

Menurut Muhaimin, PBB dapat didesak melakukan fact finding atau upaya mencari fakta yang tepat atas kejadian tragis yang menimpa Myanmar. 

"Kita telah melakukan tekanan dan berbagai upaya selama ini, malah seminggu terakhir ini warga Rohingya mengalami kekerasan puncaknya. Oleh karena itu seluruh elemen, pemuka agama agar mendorong PBB melakukan fact finding," ucapnya.

"Semua ini pertimbangannya hanya satu kemanusiaan di atas segala-galanya. Kemanusiaan diatas ekonomi, diatas kebudayaan, bahkan di atas agama karena agama tujuannya memuliakan tuhan sekaligus memuliakan manusia," imbuhnya.

Ditulis oleh: Marselinus Gunas

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Gedung Kedubes Myanmar Diserang Bom Molotov

Halaman: 
Admin : Marselinus Gunas